HomeUmumMobile Premier League (MPL) Cabut dari Indonesia

Mobile Premier League (MPL) Cabut dari Indonesia

Date:

Berita Terkait

Pancast Telah Resmi Beroperasi di Asia Tenggara

Pancast, penyedia solusi adtech yang berfokus pada layanan video...

McEasy Hadirkan Perangkat Lunak Untuk Penyedia Layanan Logistik dan Transportasi

McEasy, startup teknologi logistik, mengatakan tantangan di sektor logistik...

CekRekening.id, Situs Penyedia Informasi Nomor Rekening Penipuan Online

Kasus penipuan masih menjadi momok menakutkan dari transaksi jual...

Bisa Membangun Startup Tanpa Modal Investor? Ini Tipsnya

Kebanyakan startup yang kita ketahui dimodali oleh investor, tapi...

Pedihnya BBM Tutup, Begini Imbasnya

Pertama kali digunakan oleh masyarakat sejak tahun 2013 lalu, tahun...

Platform game dan turnamen Mobile Premier League (MPL) telah mengumumkan penutupan bisnisnya di Indonesia sehubungan dengan pemecatan karyawan yang bekerja di Indonesia. Selain itu, perusahaan memberhentikan total 10 karyawan beserta penyesuaian bisnis. Seperti diketahui, MPL merupakan startup asal India dan saat ini sudah eksis di banyak negara di Asia Pasifik, Amerika Serikat dan Eropa.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak perusahaan melalui akun Instagram yang diunggah kemarin (30/5). “Dengan senang hati kami umumkan bahwa MPL Indonesia saat ini ditutup dan tidak menerima pengguna baru. Kami berterima kasih kepada para pemain dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungannya,” kata MPL Indonesia.

Sebelumnya, informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Inc24. MPL pun membenarkan keputusan tersebut. Pemecatan ini disebut-sebut di sektor streaming. Karyawan menerima paket pensiun lengkap bersama dengan fasilitas lainnya.

Source: bola.net

Pendiri MPL Sai Srinivas dan Shubh Malhotra mengatakan situasi menjadi sangat rumit dalam beberapa bulan terakhir. Target pertumbuhan tidak seperti yang diharapkan. Pasar saat ini menghargai pertumbuhan yang menguntungkan dengan harga berapa pun.

“Sudah waktunya untuk membuat keputusan sulit untuk mendistribusikan kembali sumber daya kita ke area lain dari bisnis kita untuk memastikan kesehatan dan kesuksesan jangka panjang kita sebagai sebuah perusahaan,” ujarnya.

Berita ini sangat mengejutkan. Ini karena MPL mengakuisisi platform streaming GamingMonk pada April 2021. Sebagai bagian dari kesepakatan, MPL telah mengambil alih seluruh tim Gaming Monk. Sebagian besar karyawan yang terkena PHK ini dilaporkan berasal dari Gaming Monk tak lama setelah kontrak, lebih dari setahun kemudian.

Pendiri juga menjelaskan dalam email mengapa dia meninggalkan Indonesia. Menurut mereka, MPL sedang melihat profil pengembalian yang hanya sebagian dari apa yang mereka harapkan, meskipun memiliki investasi besar dalam bisnis Indonesia.

PHK akan berlangsung delapan bulan setelah MPL telah mengumpulkan $ 150 juta dalam putaran pendanaan yang mendapatkan gelar Unicorn di India.

Didirikan pada tahun 2018 oleh Srinivas, Kiran G dan Malhotra, MPL adalah platform esports dan turnamen. Platform ini menawarkan lebih dari 70 game dalam berbagai kategori di aplikasi, termasuk olahraga fantasi harian, kuis, game papan, e-sports, dan game kasual. Startup ini melayani lebih dari 90 juta pengguna di India dan Amerika Serikat.

Baru-baru ini, MPL telah memulai penerbitan game dengan peluncuran Mayhem Studios dan masuknya ke pasar AS dan Eropa. Para pendiri mengatakan bisnis MPL di sana menghasilkan keuntungan positif dalam waktu sembilan bulan sejak diluncurkan.

Oleh karenanya, perusahaan akan penekanan buat mencapai netralitas EBITDA, sembari penekanan dalam pasar dunia utama. Untuk mendukung ambisi tersebut, dalam September 2021, MPL mengumpulkan dana baru sebesar $2,tiga miliar dipimpin sang Legatum Capital, menggunakan partisipasi menurut Sequoia, SIG, RTP Global, Go-Ventures, Moore Strategic Ventures, & lainnya.

Subscribe

- Notifikasi ke email setiap minggu

- Gratis tanpa biaya bulanan

Terbaru