asd
HomeStartupPendanaanTelkom Beri INDICO Modal Sebesar Rp 292 Miliar

Telkom Beri INDICO Modal Sebesar Rp 292 Miliar

Date:

Berita Terkait

Akseleran Luncurkan Layanan P2P Lending dengan Pinjaman Mulai Rp 100 Ribu

Salah satu startup lokal dalam bidang financial technology (fintech),...

Gobi Partners dan Ozora Yatrapaktaja Luncurkan Ratu Nusa Fund

Gobi Partners dan Ozora Yatrapaktaja telah bermitra untuk meluncurkan...

Perusahaan Foxconn resmi Bangun Pabriknya di Amerika

Salah satu vendor perakit iPhone asal Taiwan, Foxconn, kali...

Spotify Kuasai Aplikasi Streaming Musik yang Semakin Populer

Tak hanya streaming film atau video, kini streaming musik...

Roadshow Ideabox Indonesia Batch 3

Setelah sukses meluluskan lebih dari 12 startups pada batch...

Telkom Indonesia menyuntikkan modal sebesar Rp 292 miliar melalui anak usahanya Telkomsel, anak perusahaannya PT Telkomsel Ekosistem Digital (TED) atau kini dikenal dengan ekosistem digital Indonesia “INDICO”. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Telkom telah melakukan transaksi afiliasi untuk meningkatkan platform digital TED.

Bogi Witjaksono, Direktur Strategic Portfolio PGS Telkom, mengatakan transaksi tersebut merupakan transaksi anak perusahaan karena Telkom merupakan pengendali Telkomsel dengan kepemilikan 65%. TED merupakan anak perusahaan Telkomsel yang dikelola langsung dengan kepemilikan 99,99%.

TED adalah perusahaan yang menyediakan konsultasi tata kelola perusahaan dan investasi atau ekuitas ekuitas ke banyak perusahaan. Selain itu, bisnis TED terlibat dalam pemrosesan data, hosting, dan aktivitas terkait periklanan.

Didirikan secara resmi pada awal Januari 2022, TED merupakan bagian dari portofolio bisnis vertikal Telcomsel yang berkembang pesat di sektor digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan sinergi dari seluruh manfaat ekosistem aset Telcomsel, diposisikan sebagai perusahaan induk yang menaungi anak-anak perusahaannya. Inovasi digital yang sedang berlangsung antara lain Kuncie (edtech), Fita (healthtech) dan Mamamojo (games).

Source: koran-jakarta.com

Pada pelantikannya baru-baru ini, CEO TED Andi Kristianto menekankan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara komprehensif dan berpengaruh. “INDICO memungkinkan kami untuk membangun lebih banyak hubungan dengan inovator, investor, mitra strategis, dan pemangku kepentingan terkait,” kata Andi.

Dalam jangka pendek, TED sedang mengembangkan platform yang akan memudahkan inovator, investor, dan karyawan untuk memasuki pasar selama lima tahun ke depan. Pengembangan ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan aset dan kemampuan perusahaan induk: 170 juta basis pelanggan di 514 kota dan lebih dari 300.000 Mitra Outlet Sel Telekomunikasi.

Perkembangan inovasi digital juga memanfaatkan pemahaman geografis dan demografis yang ada. “Oleh karena itu, aset kami tidak hanya relevan untuk pasar telekomunikasi, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan strategi growth hacking. Indonesia sangat beragam dan pemahaman lokal sangat berharga,” tambahnya.

Andi akan melanjutkan di tahap awal dan pihaknya akan mendorong pengembangan produk digital yang sudah ada: Kuncie, Fita dan Mamamojo selama enam bulan ke depan. Jika keterampilan yang ada dimanfaatkan secara optimal, baru akan mulai merambah industri lain.

Ringkasnya, Telkomsel mengambil pendekatan berbeda dalam mengembangkan produk digital sejak tahun lalu. Sebelumnya, pengembangan inovasi digital dilakukan oleh kendaraan dari Telkomsel Innovation Center (TINC) dan Telkomsel Innovation Partner (TMI). TINC mengumpulkan ide-ide untuk mendorong dan mempercepat start-up lokal, dan TMI mengintervensi dengan menyediakan investasi untuk start-up tahap awal.

Namun kali ini Telkomsel menjajaki industri yang belum pernah dijajaki Telecom sebelumnya. Telkomsel telah mengembangkan platform Kuncie dan Fita, yang keduanya memasuki segmen gaya hidup digital pada tahun lalu. Selanjutnya kita akan bergabung dengan Mamamojo yang berdiri sejak Februari tahun lalu melalui program bersama TED dan GoTo.

Pendekatan ini tercermin dalam langkah Telkomsel untuk merekrut CEO Kuncie dan Fita dari luar dan dari induk perusahaan. Selain itu, Telkomsel menawarkan fleksibilitas untuk mengembangkan bisnis Anda dengan model growth hacking dan memiliki potensi spin-off. Model ini tentu bertolak belakang dengan model bisnis telekomunikasi berbasis return on investment (ROI).

Subscribe

- Notifikasi ke email setiap minggu

- Gratis tanpa biaya bulanan

Terbaru