BCA Digital Merilis Aplikasi Blu

BCA adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, wajar apabila perusahaan ini memiliki kekuatan modal untuk mengembangkan bisnisnya di sektor finansial. Hingga saat ini, bank yang dimiliki oleh Group Djarum itu terus mencatatkan kinerja yang positif, meski dalam situasi pandemi saat ini.

Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja menyatakan akselerasi menuju digital society akan membuka banyak peluang baru bagi bank. Menurutnya, penetrasi perbankan masih berpeluang untuk tumbuh lebih besar lagi karena masih ada 92 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses layanan finansial.

BCA mengklaim bahwa penggunaan mobile banking di Indonesia akan meningkat dari 52 juta di 2019 menjadi 88 juta pada 2023 mendatang. Hal ini diamati dari tren transaksi online BCA yang meningkat tajam sejak pandemi.

“Saat ini mulai banyak masyarakat yang membuka rekening di bank digital. Meski demikian, dia menilai kehadiran bank digital tidak akan menghilangkan fungsi bank konvensional. Keduanya melayani nasabah dengan karakter yang berbeda, yaitu bank digital memiliki ceruk pasar yang lebih khusus bagi generasi muda yang digital savvy”, ujar Jahja.

Jahja juga menyatakan, memang sulit mengatakan siapa yang lebih unggul. Dari 10 hingga 11 bank digital saat ini, mungkin pada 10 tahun ke depan hanya akan ada tiga leader bank digital. Nasabah aktif bertransaksi, saldo, ekosistem, dan permodalan yang kuat, persaingannya di situ.

Source: idntimes.com

Dalam industri bank digital, pada Juli 2021 kemarin perusahaan resmi merilis aplikasi platform bank digital Blu. Aplikasi ini hadir sebagai ekosistem bank digital tanpa kantor cabang (branchless) dan dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Aplikasi Blu ini terintegrasi dengan semua infrastruktur digital yang dimiliki oleh BCA, seperti call center dan jaringan ATM.

Direktur Utama Bank Digital, Lanny Budiati mengatakan, melalui Blu, BCA Digital menawarkan pengalman perbankan yang optimal dan menyenangkan, termasuk dengan tampilan yang lebih fresh untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang terbiasa bertransaksi secara digital.

Lanny menambahkan, BCA Digital hadir untuk tumbuh bersama anak muda Indonesia. Perseroan berharap Blu menjadi platform enabler yang dapat membantu mereka menata keuangan pribadi dengan optimal, termasuk cara menabung dan mengatur cashdlow sehari-harinya dengan ideal.

Aplikasi Blu juga menyediakan berbagai fitur inovatif di dalamnya, seperti pembukaan rekening BluAccount secara online dan bisa melakukan budgeting dengan 10 rekening tabungan BluSaving. Hal ini tentu memudahkan nasabah untuk memisahkan pendapatan mereka sesuai dengan pos-pos kebutuhan masing-masing.

Ada juga fitur BluGether, di mana fitur ini berfungsi seperti rekening bendahara dan BluDeposit yang memudahkan nasabah membuka deposito yang bisa di top up nominalnya.

Semua jenis pembayaran, mulai dari pembayaran tagihan, top-up e-wallet, hingga pembelian paket data, bisa dilakukan dalam aplikasi Blu. Nasabah juga dapat melakukan transfer ke bank lain tanpa biaya. Selain itu, berkat integrasi yang kuat dengan infrasturktur BCA, nasabah Blu bisa melakukan tarik/setor tunai gratis di semua ATM BCA di Indonesia.

“Kehadiran bank digital sepertu Blu bisa menjadi solusi yang baik untuk melayani populasi unbanked yang ada di Indonesia. Pasalnya, hampir 94 persen penduduk berusia 16 hingga 64 tahun di negara ini sudah memiliki smartphone. Untuk itu, mereka dapat mengandalkan bank digital seperti Blu untuk bertransaksi secara online, sehingga mengurangi kesulitan akses untuk menjangkau kantor cabang fisik”, tutup Lanny.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga