Sirclo Mendapatkan Pendanaan Lanjutan Senilai Rp 512 Miliar

Sirclo adalah sebuah perusahaan teknologi yang berasal dari Indonesia yang bergerak di bidang solusi e-commerce. Perusahaan yang berdiri pada 2013 ini telah resmi mengumumkan perolehan pendanaan senilai 36 juta dolar atau sekitar Rp 512 miliar yang dipimpin oleh East Ventures dan Saratoga, ada juga Traveloka yang turut terlibat sebagai investor lainnya.

Selama pandemi, perusahaan mengaku tengah mendapat momentum untuk memperbaiki unit ekonomi dan sudah menuju tahap profitabilitas.

Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan kapabilitas teknologi yang ditawarkan serta mengakselerasi digitalisasi ritel bagi berbagai usaha di Indonesia.

Founder & CEO Sirclo Brian Marshal, mengatakan “Dengan suntikan dana ini, kami berencana membangun momentum tingginya minat konsumen untuk berbelanja di kanal e-commerce selama pandemi dan setelahnya”.

“Sirclo terus berpegang pada misi untuk membantu brands berjualan online melalui pendekatan omnichannel,” tambahnya.

Platform e-commerce enabler ini sebelumnya sudah pernah mengembangkan solusi SaaS Sirclo Store dengan pendekatan omnichannel yang ditunjukan untuk membantu brand berjualan online melalui berbagai kanal sekaligus, seperti website, marketplace, dan penjualan berbasis percakapan (chat commerce).

Source: sirclo.com

Belum lama ini, dalam rangkaian inisiatif Online-to-Offline (O2O) Sirclo meluncurkan program #MerdekaJualanOnline dalam program pemulihan ekonomi nasional negara ini juga tengah mengembangkan solusi finansial yang ditunjukan untuk mendukung para pelaku UMKM bisa bersaing dengan pemain ritel berskala lebih besar.

Wilson Cuaca, Co-Founder & Managing Partner East Ventures, menempatkan Sirclo sebagai salah satu contoh klasik dari startup yang melakukan maraton.

Sebagai investor, East Ventures merasa bahwa Sirclo agak terlalu cepat dari market-timing ketika didirikan pada tahun 2013. Namun, fokus akan visi dari pendiri yang konsisten sejak awal membuat Sirclo bisa bertahan dan tumbuh selama ini.

Wilson menambahkan, “Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi penguatan bisnis perusahaan, Sirclo mencatatkan pemasukan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, dengan nominal ratusan juta dolar, dan sudah mendekati tahap profitable”.

“Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka, dan berpartisipasi kembali di tahap pendanaan ini”, lanjut wilson.

Sejak masa pandemi, Sirclo sendiri mencatat lonjakan transaksi hingga 5x lipat yang didorong oleh perubahan perilaku konsumen selama pandemi Covid-19.

Hingga tahun ini, Sirclo telah membantu sebanyak 100.000 brand untuk berjualan online, baik dari skala pengusaha perseorangan, UMKM, hingga perusahaan-perusahaan besar.

Di Indonesia, bukan hanya Sirclo yang coba mengambil peran sebagai e-commerce enabler, ada beberapa pemain yang juga ikut bersaing meramaikan pasar ini, misalnya ada JetCommerce.

Mereka mengklaim telah berhasil mencatat peningkatan transaksi di kuartal IV tahun 2020 secara keseluruhan sebanyak 36 persen dari kuartal sebelumnya, hingga mencapai lebih dari 750 ribu transaksi pada berbagai platform marketplace di awal tahun 2021.

Perusahaan tersebut juga memiliki unit bisnis yang berkembang pesat di berbagai negara, seperti di China, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Tidak hanya di Indonesia, penyedia solusi e-commerce enabler berbasis cloud dari Singapura, Genie juga mencoba untuk meramaikan pesaingan dengan melakukan ekspansi ke pasar Indonesia.

Platform ini mengklaim memiliki integrasi regional back-end dengan pembuat e-commerce situs web seperti Shopify dan WooCommerce, sehingga mengurangi kerumitan bagi pedagang ketika mereka mendirikan toko online.

Menurut laporan dari Digital Market Outlook yang dikeluarkan di Statista menyebutkan bahwa pengguna e-commerce di Indonesia tahun ini diprediksi tumbuh 15 persen dari total 138 juta pengguna pada tahun 2020, atau mencapai 159 juta pengguna di tahun 2021.

Sementara itu, pendapatan industri ini diprediksi meningkat sebanyak 26 persen mencapai 38 juta dolar dari sebelumnya 30 juta dolar pada tahun 2020 lalu.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga