Pasarnow Raih Pendanaan Rp 47,5 Miliar

Pasarnow, platform e-groceries multi-channel yang berbasis di Indonesia meraih pendanaan tahap awal (seed funding) senilai 3,3 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 47,5 miliar.

Perputaran pendanaan ini dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi dari SMDV, Skystar Capital, Amand Ventures, Prasetia Dwidharma, dan angel investor.

Berdiri pada 2019 oleh James Rijanto, Donald Wono, Dan Cindy Ozzie, Pasarnow fokus untuk menyederhanakan rantai pasok di sektor bahan makanan segar yang kompleks di Indonesia melalui platform multi-channel.

Dengan pendekatan multi-channel memungkinkan mereka merangkul sektor B2B dan B2C sekaligus. Setiap channel menawarkan harga, promosi, dan fitur utama yang berbeda untuk memenuhi spesifikasi pelanggan.

Co-founder & CEO Pasarnow, James Rijanto, mengatakan, “Memastikan kesegaran produk saat sampai di pelanggan merupakan sebuah tantangan besar bagi pelaku bisnis sektor bahan makanan segar. Produk makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan daging beku mudah rusak, sehingga membutuhkan pengiriman yang cepat dengan kontrol suhu yang terjaga, dan akhirnya menyebabkan tingginya biaya logistik.”

Source: investor.id

“Itu sebabnya Pasarnow banyak berinvestasi di teknologi dan infrastruktur operasional untuk memecahkan masalah ini. Selain itu, platform multi-channel Pasarnow membantu kami mencapai skala ekonomis yang lebih baik dalam operasional kamu,” tambah James.

Saat ini Pasarnow beroperasi di Jabodetabek dan Bandung dengan lebih dari 100 karyawan dan 200 pekerja harian dan mitra pengemudi.

Dalam proses kerja, sistem operasi di backend mengumpulkan riwayat pesanan untuk menghasilkan prediksi permintaan pasar, sehingga lebih dari 1.000 mitra petani dan pemasok dapat merencanakan dan mengoptimalkan jadwal panen mereka dengan lebih baik. Dengan begitu, mereka dapat menawarkan bahan makanan berkualitas tinggi dan segar dengan haga terbaik kepada pelanggan dan meminimalkan jumlah bahan segar yang terbuang.

Pasarnow memanfaatkan dana tersebut untuk ekspansi ke kota-kota baru, merekrut talenta, meningkatkan infrastruktur data dan teknologinya serta membangun gudang mikro, Frontline Mini Hubs (FMH). Untuk melengkapi 10 hub yang saat ini sudah tersebar di Jabodetabek.

Frontline Mini Hubs ini rencananya akan dibangun di daerah padat penduduk dan dilengkapi dengan alat penyimpanan khusus bahan makanan segar dan beku.

Sementara itu Wilson Cuaca, Managing Partner East Ventures, mengatakan, perubahan perilaku belanja konsumen dengan adanya pandemi Covid-19 memberikan tantangan baru di industri bahan makanan. Pelanggan menuntuk produk segar dan berkualitas tinggi setiap hari di tengah rantai pasok bahan makanan yang kompleks.

“Pasarnow hadir untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menghilangkan inefisiensi lewat model bisnis berbasis data. Dengan pertumbuhan yang kuat, kami percaya bahwa tim Pasarnow dapat mempercepat peningkatan kapasitas operasional dan pengembangan bisnis mereka,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan nilai pasar ritel bahan makanan di Indonesia diperkirakan telah mencapai 108 miliar dolar pada tahun 2019, namun grocery baru berkontribusi kurang dari 1 persen. Dengan kondisi yang ada sekarang, ukuran pasar online grocery diperkirakan akan meningkat sekitar 13 miliar dolar pada tahun 2025.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga