Antara Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee dalam Kuasai Pasar RI

Trend burning money tampaknya mulai ditinggalkan start-up Indonesia. Sektor e-commerce telah masuk pada fase konsolidasi dimana keuntungan menjadi fokus utama, bukan lagi strategi bakar uang untuk mencari consumers base. Di Indonesia, terdapat empat e-commerce besar yang bersaing untuk menguasai potensi pasar Indonesia yaitu Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia.

Goldmand Sach, seorang pengamat ekonomi merilis riset berjudul Indonesia Internet: The Fight to Unite the Verticals pada 10 Maret 2020. Riset ini menunjukkan bahwa untuk menjadi penguasa pasar e-commerce di Indonesia, sebaiknya start-up berekspansi ke model bisnis B2C (Business to Consumers) dan antar negara (Cross Border). Hal ini karena model bisnis tersebut menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dari C2C (Consumers to Consumers).

Lazada dan Shopee dianggap memiliki kekuatan pada bidang B2C dan Cross Border sedangkan Tokopedia yang sudah beroperasi selama 10 tahun masih terlalu fokus pada penjualan digital goods yang mana model ini dainggap kurang profitable.

Tokopedia memang masih menjadi market leader dengan pelanggan yang stabil dan loyal. Branding yang dilakukannya selama ini membuat Tokopedia mampu menggaet konsumen di Kota Metropolitan. Dampaknya, jumlah barang yang dijual terkesan lebih banyak.

Namun, penjualan yang banyak tak berarti menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Saat ini, Shopee dianggap memiliki tingkat keuntungan yang melampaui Tokopedia. Shopee telah menerapkan model bisnis antar negara dan B2C secara konsisten sehingga tingkat penerimaannya cukup tinggi.

Berbeda dengan yang lain, Bukalapak lebih menitikberatkan pada konsep B2B yang mana dianggap kurang efektif untuk menghasilkan keuntungan. Tanpa suntikan modal yang konsisten, Bukalapak bisa saja tidak mampu untuk beroperasi kembali.

Dapat disimpulkan bahwa setiap e-commerce Indonesia bergerak dalam model bisnisnya masing-masing. Dalam konteks basis pelanggan, Tokopedia menjadi pemenang namun dari segi profitabilitas Shopee dianggap lebih untung dengan model bisnis B2C dan Cross Border-nya.

Akan tetapi, setiap e-ccomerce tentu harus berkembang dan berkompetisi dalam menguasai pasar Indonesia. Mampu beradaptasi dan mengerti kondisi perekonimian menjadi kunci utama untuk terus bertahan dan memenangi kompetisi di Indonesia.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Pendapatan Grab Hampir Kembali Normal seperti Sebelum Masa Pandemi

Hal ini dinyatakan oleh pernyataan dari Presiden Grab, Ming Maa oleh edaran yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober. Dia mengatakan pendapatan Grab...

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...