Digagas Anak Bangsa, Layanan Traveloka Telah Merambah Australia

Ferry Unardy lahir pada 16 Januari 1968 di Kota Padang. Lulusan Computer Science and Engineering University Amerika Serikat. Pernah bekerja sebagai software engineer selama 3 tahun di Microsoft, namun akhirnya ia keluar karena merasa tidak bisa jadi yang terbaik di sana.

Lalu ia ingin sekali masuk ke industri travel dan penerbangan. Namun, sebagai anak IT ia sadar kemampuan bisnisnya masih nol. Oleh karena itu, dia melanjutkan S2 di Harvard University.

Ide Traveloka berawal dari kesulitan saat ia memesan tiket dari Amerika ke Indonesia. Ia ingin memecahkan masalahnya itu dengan membangun mesin pencari tiket pesawat dengan teknologi yang lebih modern, fleksibel dan praktis. Saat merintis Traveloka, Ferry masih 23 tahun.

Dulunya, Traveloka dirancang hanya sebagai situs pembanding harga tiket pesawat pada sekitar 2012. Ferry mengajak beberapa orang rekan sejawatnya, yaitu Daryanto Kusuma dan Albert untuk membuat situs yang mencari tiket murah dan memesan secara langsung.

Mengawali karir di bidang situs pencarian tiket bukan hal yang mudah, Ferry harus menimba ilmu lebih dalam tentang Information Technology. Kemudian, pada sekitar 2013, Traveloka banting setir menjadi situs pemesanan tiket pesawat atau reservasi penerbangan online. Banyak tantangan yang harus dilaluinya, terutama di bidang manajemen SDM yang awalnya sekitar 8 orang dan kini mulai berkembang menjadi lebih besar.

Sejauh ini Traveloka sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa perusahaan modal ventura. Ini dia kunci sukses Ferry Unardy pendiri Traveloka.

  1. Yang pertama, semangat pantang menyerah dan kerja keras. Ternyata tidak mudah membuat perusahaan startup. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi mulai dari manajemen, pendanaan, menjalin partnership dan lain sebagainya .
  2. Yang kedua setiap pebisnis harus memiliki insting. Seorang pebisnis harus tahu kapan harus masuk dalam bisnis tersebut. Ferry dan kawan-kawan mengubah model bisnis yang awalnya hanya mesin pencari tingkat menjadi situs reservasi tiket.
  3. Yang ketiga kita harus melayani pembeli dan berikan yang terbaik untuk pembeli. Disitu pembeli diharapkan akan membeli kembali layanan kita.

Berkat keuletannya tersebut, Traveloka kini telah melakukan ekspansi bisnisnya di Australia. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung 20 juta kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia.

Ada lima fitur untuk pegguna di Asutralia antara lain pemesanan tiket pesawat, hotel, paket tiket pesawat dan hotel, transportasi bandara, dan aktivitas & rekreasi.

Diketahui, Kementerian Pariwisata menargetkan dapat menjaring 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia. Didukung data Statistika, pada 2018 lalu, Indonesia menempati urutan ke-2 untuk kunjungan wisatawan Australia.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...

Tak Cukup PS5, Kini Sony Siapkan Controller DualSense

Sony baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan wujud baru Controller Playstation 5 bernama DualSense. DualSense memiliki desain baru dan lebih megah...