Perang Transportasi Online Go-Jek Vs Grab

0
191

Sengitnya pertarungan aplikasi transportasi di Asia Tenggara ini membuat Uber tersingkir hingga menyisakan Gojek dan Grab. Kedua aplikasi ini berperang habis-habisan demi menjadi penguasa regional di kawasan Asia Tenggara. Indonesia dengan penduduk lebih dari 260 juta dari total 650 juta populasi Asia Tenggara, menjadi medan pertarungan sengit 2 raksasa. Gojek VS Grab, siapa terkuat di ASEAN?

1. Founder

Hal yang menarik dari persaingan antara Gojek dengan Grab ini adalah foundernya yang sama-sama lulusan Harvard . Pendiri Gojek Nadiem Makarim dan Anthony Tan pendiri Grab, sama-sama menuntut ilmu di Harvard pada tahun 2009 hingga 2011. Nadiem Makarim mendirikan Gojek di tahun 2010, dimana saat itu masih sebagai perusahaan layanan pesan jasa ojek via telepon. Kemudian pada tahun 2015, Anthony Tan mendirikan Grab di Malaysia dengan nama My Taxi dan baru pada tahun 2011 berubah namanya menjadi Grab.

2. Valuasi

Secara valuasi,  Grab masih memimpin. Grab pada akhir tahun 2018 lalu, memiliki pendanaan baru sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat atau kira-kira 43 Triliun Rupiah. Sejauh ini perusahaan Startup berbasis di Singapura ini telah mengumpulkan lebih dari 2,7 miliar dolar Amerika Serikat.

Pendanaan baru yang mencakup investasi satu miliar dolar Amerika Serikat dari Toyota pada Juni lalu ini akan membuat valuasi Grab menjadi lebih dari 11 miliar dolar Amerika Serikat. Sejumlah nama berikut termasuk dalam jajaran penyuntik dana untuk Grab.

Mereka adalah Toyota, Hyundai, SoftBank dan sejumlah nama lainnya. Sedangkan untuk Gojek, tahun ini  mereka memiliki suntikan dana baru yang menyebabkan valuasi Gojek menyentuh 9 hingga 10 miliar dolar Amerika Serikat.

Jika benar demikian, maka ucapan Menkominfo Rudiantara soal akan ada Startup rintisan di Indonesia yang akan berstatus Decacorn dalam waktu dekat ini akan menjadi kenyataan. Dengan valuasi sebesar 10 miliar dolar Amerika Serikat atau 153 triliun. Deretan nama yang menyuntikkan dana ke Gojek antara lain adalah Google,Tencent, KKR, Sequoia dan masih banyak lainnya.

3. Wilayah Jangkauan

Kedua aplikasi ini juga bersaing dalam mengepakkan sayap di kawasan Asia Tenggara.  Indonesia menjadi salah satu kunci, mengingat jumlah pasarnya yang setara dengan sepertiga Asia Tenggara. Grab yang didirikan pertama kali di Malaysia kemudian berekspansi ke negara lain seperti Singapura, Thailand dan Filipina pada tahun 2013. Kemudian pada tahun 2014 Grad hadir di Vietnam dan masuk ke Indonesia pada tahun yang sama.

Karena masuk pasar Indonesia, Grab juga luncurkan layanan Grab Bike untuk menyaingi Gojek. Hingga kini Grab total beroperasi di 8 negara di kawasan Asia Tenggara. Gojek pun tahun ini mulai masuk ke sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk memperluas medan pertarungan dengan Grab.

Ada 4 negara yang menjadi sasaran Gojek yaitu Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina. Di Vietnam Gojek hadir dalam bentuk Goviet yang merupakan kolaborasi antara tim lokal Vietnam dengan Gojek. Pada November tahun lalu, Gojek juga meluncurkan aplikasi versi Beta di Singapura. Namanya tetap sama  yaitu Gojek.

Di aplikasi Gojek versi Singapura sudah tidak ada logo sepeda motor. Persaingan antara Grab dengan Gojek ini sejatinya adalah persaingan adu cepat menjadi super app di kawasan Asia Tenggara.  Menjadi one stop application untuk membuat setiap pengguna smartphone di kawasan Asia Tenggara akan mengunduhnya menjadi suatu aplikasi yang tidak bisa ditinggalkan.

Beri Komentar