OVO Perluas Jangkauan Layanan dengan Fitur Pinjaman Online dan Pay Later

0
371
OVO

OVO sebagai platform pembayaran digital yang terbesar di Indonesia setelah sukses dengan kolaborasinya bersama Grab dan Tokopedia, kini OVO semakin ingin memperluas jangkauan layanannya dengan tidak hanya menjadi alat pembayaran digital, namun juga membuka layanan finansial lainnya di tahun 2019 mendatang.

Ini merupakan upaya OVO untuk memberi kontribusi terhadap tingkat inkuisi keuangan nasional. Beberapa layanan yang telah dikembangkan yaitu asuransi, pinjaman online, dan layanan Pay Later atau cicilan online tanpa kartu kredit untuk transaksi e-Commerce.

Albert Lucius, Chief Product Officer OVO menyatakan bahwa visi OVO dengan layanan ini yaitu bisa hadir untuk setiap kalangan, baik itu ritel online maupun offline. Untuk itu OVO menekankan pada konsep open platform dengan menjalin kolaborasi dengan mitra-mitra unggulan seperti pengemudi Grab, kalangan UKM, hingga pengguna OVO biasa. Para pengguna nantinya bisa melakukan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha mereka.

Program peminjaman ini terbagi menjadi dua yaitu layanan working capital loan atau pinjaman online untuk berbagai merchant dan pengemudi Grab, serta layanan cicilan online tanpa kartu kredit atau Pay Later untuk semua pengguna OVO.

Albert menuturkan bahwa pihaknya baru mencobanya dengan Tokopedia serta startup fintech lending lainnya. Untuk layanan pinjaman online, Albert menjelaskan, “Jadi jika agen, merchant, dan driver membutuhkan capital maka bisa menggunakan partner-nya seperti Grab yang juga memiliki partner misalnya Toyota. Nah kami akan hadir disitu sebagai wadahnya”, ujarnya.

Albert juga melanjutkan, “Ada juga layanan Pay Later bagi para pengguna. Pay Later ini sudah mulai lazim digunakan, dan konsepnya misalnya jika ingin berbelanja, pengguna tidak harus membayarnya dengan lunas, namun bisa di cicil atau dibayar sisanya di beberapa bulan ke depannya”, jelas Albert.

Albert juga menekankan bahwa layanan-layanan tersebut menggunakan peer-to-peer lending dan meyakinkan bawa mereka tidak melakukan P2P. Meski agak berbeda dengan lisensi pada umumnya, namun layanan ini telah memiliki pegangan dari pemerintah.

Kedua fitur OVO ini nantinya diharapkan dapat membantu dalam memberi modal tambahan untuk sekitar lebih dari 500 ribu pengguna OVO dan memungkinkan pengguna untuk berbelanja sepuasnya. Fitur-fitur ini rencananya akan resmi diluncurkan pada kuartal pertama di tahun 2019 mendatang.

Tidak hanya mengembangkan layanan finansial, OVO juga berencana untuk memperbaiki dan meng-uprage aplikasi agar lebih bernilai untuk end-user. Masih banyak aplikasi dan deals yang bisa dimanfaatkan dengan baik, namun jarang digunakan. Diharapkan kedepannya dengan fitur dan akses jaringan ke merchant ini, kesempatan bisnis yang para pengusaha kembangkan bisa mencapai kesinambungan dalam hal inklusi keuangan, khususnya untuk bisnis UKM.

Beri Komentar