Berusaha Bangkit dari Keterpurukan, Mulai Tahun Depan HTC Sasar Pasar Menengah Ke Atas

0
64
HTC

HTC sedang berada dalam kondisi bisnis yang sama sekali tidak menyenangkan. Juli 2018 harus membuat vendor asal Taiwan ini kaget oleh karena pendapatan mereka menurun hingga lebih dari 30% dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Tentu saja angka tersebut memberi penjelasan bahwa pendapatan mereka sedang merosot tajam. Angka tidak pernah bohong, bukan?! Alhasil, isu pemecatan besar-besaran karyawan HTC di unit Taiwan pun menjadi konsumsi publik.

Jika ditinjau lebih dalam, alasan pemecatan ini bisa dibenarkan mengingat hal tersebut adalah satu-satunya jalan untuk menstabilkan kondisi keuangan perusahaan serta sebagai upaya melebur lini bisnis smartphone dan VR di bawah satu bendera kepemimpinan.

Terpuruknya HTC ini jelas ada hubungannya dengan gempuran para perusahaan teknologi raksasa teknologi asal Cina yang menggurita dan “menarik” animo masyarakat dengan promosinya yang gencar. Sebut saja Xiaomi, Oppo atau Huawei.

Ditambah lagi dengan kondisi bisnis yang makin tidak nyaman, membuat HTC harus memutar otak dengan keras agar bisnis perusahaan tetap lancar. Pasalnya, pada tahun 2016 saja perusahaan yang berbasis di Taiwan ini mengalami kerugian hingga 1,4 triliun rupiah atau setara dengan 100 juta dolar Amerika.

Hal ini tentu saja cukup memprihatinkan mengingat HTC pernah masuk dalam jajaran 10 besar perusahaan ponsel terlaris secara internasional.

Dikutip dari Kompas pada Minggu, 23 Desember 2018, Presiden HTC Darren Chen menegaskan bahwa HTC akan memperluas cakupan ponsel flagship miliknya, U12+ yang telah dirilis sejak enam bulan lalu untuk diproduksi menjadi ponsel kelas menengah ke atas pada tahun-tahun mendatang.

Penjelasan Chen ini bisa dimaklumi mengingat sampai saat ini ponsel U12+ milik HTC ini masih merupakan salah satu ponsel dual kamera terbaik dengan penjualan yang masih terbilang cukup kuat.

Seperti diketahui ponsel U12+ versi 128 GB milik HTC ini telah diperkenalkan pada tahun 2017 lalu. HTC U12+ hadir dengan desain Liquid Glass 3D dan body yang ramping, premium dan tentu saja menarik.

RAM yang diusung pun tidak main-main yakni sebesar 6 GB dengan chipset Qualcomm Snapdragon 845 dengan dua pilihan media penyimpanan yakni sebesar 64 GB dan 128 GB.

Dirancang memiliki kecepatan unduh yang cepat pada jaringan LTE, smartphone ini memiliki daya tahan baterai yang kuat. Tampilannya pun unik dan tidak neko-neko. HTC lebih memilih layar standar dibanding harus memiliki poni atau “notch” seperti vendor ponsel premium lainnya.

Selain U12+, vendor Taiwan ini juga memiliki ponsel jenis lain yang ingin dikembangkan lebih jauh yakni HTC Exodus 1 yang merupakan ponsel blockchain pertama mereka.

Tak main-main, penjualan ponsel blokchain ini bahkan ludes terjual pada penjualan perdana mereka di bulan Desember. Larisnya smartphone blockchain ini membuat HTC menjadi pionir strategi dan model bisnis baru khusus ponsel blockchain.

Namun, rupa-rupanya hal itu lagi-lagi masih belum sebanding dengan penjualan smartphone merk lain seperti Samsung, Xiaomi, atau Oppo yang merajai hampir seluruh pangsa pasar di Indonesia.

Demi meningkatkan pendapatan HTC yang tengah menurun akhir-akhir ini, Chen optimistis dengan penjualan perangkat VR-nya yang diklaim sedang naik pesat. Penjualan produk headshet VR HTC pun mendapatkan momentumnya sejak Vive Pro dan Vide Focus dirilis dan berdiri sendiri.

Ke depan, demi meraih minat masyarakat kalangan menengah ke atas maka selain memperluas ponsel flagship U12+ dan memproduksi ponsel kelas menengah ke atas, Chen menjelaskan bahwa HTC juga akan meningkatkan kinerja aplikasi Viveport VR yang dimilikinya.

HTC berniat akan mengubah aplikasi ini menjadi platform, sama dengan yang sudah eksis terlebih dahulu seperti App Store dan Google Play.

Chen juga mengungkapkan bahwa setelah Viveport VR diubah menjadi platform maka industri VR pun bisa dengan leluasa mempromosikan beragam aplikasi termasuk didalamnya game VR.

Kita tunggu saja bagaimana bentuk dan spesifikasi produk HTC tahun depan yang digadang-gadang untuk kaum menengah ke atas tersebut!

Beri Komentar