Layanan “Ebike Sharing” Migo Perluas Jangkauan Hingga Semarang dan Bandung

0
555
layanan ebike sharing migo

Layanan Ebike Sharing Migo akan memperluas jangkauannya setelah sebelumnya telah hadir di Jakarta, dan sekarang akan menjejali kota Semarang dan Bandung. Migo pertama hadir di Surabaya tahun lalu, dan sekarang mereka juga ingin menjangkau pasar mancanegara seperti Bangkok.

Menurut Howard Yu, Chairman & Co-Founder Migo, “Setelah cukup berhasil di Jakarta, rencana selanjutnya yaitu memperluas jangkauan kota seperti ke Semarang dan Bandung”, ujarnya (5/12).

Dalam meningkatkan kedudukannya, Migo telah menyediakan 500 unit ebike dengan 90 station yang berlokasi di pusat Jakarta dan juga wilayah bagian selatan. Bahkan pada akhir tahun, Migo menargetkan akan menaikkan unik ebike hingga 2000 dengan 300 station. Juga untuk tahun depan ditargetkan bisa mencapai hingga 5000 unit ebike.

Yu juga menyatakan bahwa persediaan yang semakin meningkat ini dilakukan karena banyaknya permintaan. Di Surabaya, masyarakat butuh edukasi lebih tentang inovasi ebike ini, terlihat dari suplai unit ebike yang masih mencapai 1000 unit meski sudah setahun lebih beroperasi disana. Meski begitu, konsumen aktif Migo di Surabaya sudah mencapai 12.000 dengan jumlah station mencapai 200, itu perkembangan yang cukup menjanjikan.

Ebike Migo dirancang sebagai kendaraan elektrik yang menggunakan daya baterai untuk pengisian ulang, juga karena tidak menghasilkan polusi seperti kendaraan bermotor lainnya. Dapat digunakan sekitar 6-8 jam non-stop dengan kecepatan rata – rata 40 km/jam dan daya tempuh mencapai 60 km.

Yu mengutarakan, “Kecepatannya 40 km karena memang termasuk sepeda, jika lebih dari itu maka bukan lagi sepeda namun motor. Dan kami sangat mengutamakan pada keselamatan berkendara”.

Untuk segala resiko yang mungkin terjadi, Migo menggunakan akses QR dalam mengoperasikan ebike, baik saat ingin dinyalakan, ataupun untuk menguncinya sementara waktu, penyewa hanya perlu memindai kode QR.

Untuk menggunakannya, konsumen harus mengunduh aplikasi Migo terlebih dahulu untuk registrasi dengan menggunakan KTP dan juga nomor telepon. Tidak berlaku untuk anak berusia dibawah 17 tahun.

Setelah mendaftar, konsumen hanya perlu memesan. Dan setelah tiba di station Migo terdekat, konsumen hanya perlu memindai kode QR ebike yang didapat dari aplikasi, dan konsumen bisa dengan segera mengendarainya. Saat penyewaan, konsumen juga akan dibekali dengan helm keselematan.

Setelah digunakan seharian, tergantung jumlah waktunya, konsumen akan membayar biaya sewa seharga Rp.3.000 per 30 menit nya. Konsumen dapat mengembalikannya di station terdekat dengan menekan tombol ‘pengembalian’.

Yu mengaku bahwa proses pembuatan ebike ini dilakukan di Jakarta dengan komponen yang didapat dari Tiongkok. Setiap satu unitnya, pihak Migo harus berinvestasi sekitar Rp.5-6 juta.

Adapun untuk ketersediaan station nya, pihak Migo mencari mitra yang bisa menyediakan area kosong sekitar 10 m2 demi menampung hingga 20 sepeda ebike. Di station inilah tempat ebike akan dipelihara dan dilakukan isi ulang secara rutin.

Bagi yang bermitra dengan Migo, perlu menyediakan setidaknya 1 orang untuk menjaga station mulai pukul 06.00 – 21.30, dan pastinya harus memiliki smartphone, terutama untuk proses penyewaan oleh konsumen. Bagi mitra yang bergabung juga dikatakan ada komisi yang diberikan untuk setiap harinya.

Beri Komentar