DIVA Kini Memegang 30% Saham POS Pawoon

0
123
pos pawoon lepas 30% saham kepada DIVA

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mengumumkan rencananya untuk membeli saham Pawoon sebagai aplikasi POS (Point Of Sales) yang berbasis cloud terdepan di Indonesia ini sebesar 30%.

Investasi ini dianggap merupakan langkah yang strategis untuk kedua belah pihak, yang akan menempatkan pada titik tengah dalam mengakselerasi pertumbuhan eksponensial saat akan memasuki bisnis bernilai miliaran dolar dalam skala Asia Tenggara.

CEO Pawoon, Ahmad Gadi mengungkapkan bahwa dana investasi ini kemudian akan digunakan untuk memulai, menjalankan, serta mengembangkan produk bisnis dan mempercepat akuisisi merchants ke seluruh penjuru negeri.

Ahmad juga menambahkan bahwa pelayanan bisnis ini mencakup segala ukuran industri, baik dari bisnis kecil seperti UKM dengan hanya memiliki 1 warung, hingga advance company yang memiliki ratusan outlet.

“Bisnis-bisnis kecil cenderung masih menggunakan metode konvensional yang terbukti tidak efisien dan mencukupi. Untuk itu, Pawoon memperkenalkan merchants yang menggunakan produk-produk software lengkap yang sudah menggunakan metode pembayaran digital contohnya e-money. Merchants akan merasakan teknologi cloud yang mutakhir dalam membantu mereka untuk cashless atau menerima pembayaran non-tunai, mencatat hasil penjualan, mengelola inventaris, serta memantau customer behavior untuk beberapa lokasi,” tuturnya (6/12).

Ahmad juga melanjutkan, bahwa Pawoon saat ini memiliki tujuan tidak hanya membangun ekosistem lengkap untuk pelaku bisnis, tapi juga menyediakan software, membantu dalam penyimpanan, pengelolaan layanan pembayaran, menyempurnakan supply chain, serta menyediakan akses untuk pendanaan. Intinya, segala aspek harus terorganisir agar dapat membantu dalam meningkakan nilai perusahaan merchants.

Dian Kurniadi, selaku Direktur DIVA juga menambahkan bahwa Pawoon menawarkan ekspansi untuk bisnis yang menarik dan potensial untuk mendukung DIVA, terutama dengan lonjakan pertumbuhan Pawoon dalam 24 bulan terakhir yang mencapai 28 kali lipat atau berkisar 20% per bulannya.

Dian juga mengungkapkan bahwa F&B (Food and Beverage) atau UKM merupakan pemain besar dalam industri, dan tidak dapat disangkal perannya yang menguntungkan dalam perekonomian Indonesia. Bahkan F&B termasuk dalam 10 kelompok industri yang selalu diamati perkembangannya oleh Pemerintah Indonesia.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa DIVA kini membuka potensi untuk UKM dan juga perusahaan besar yang signifikan dengan industri F&B, dengan mempercepat transformasi non-tunai, serta meningkatkan sinergi bisnis yang membuat pelaku bisnis F&B dapat menambah nilai bisnisnya dengan penjualan produk digital yang akan mengundang cutomers.

“DIVA sendiri bertujuan untuk memasuki pasar dengan nilai perputaran tahanan hingga mencapai Rp.27,5 triliun atau US$1,83 miliar. Dan di Jakarta dapat diperkirakan pendapatan pajak restoran bisa mencapai Rp.2,75 triliun di tahun 2017”, ungkapnya.

Aplikasi POS Pawoon sendiri telah berdiri sejak 2015 dengan sudah digunakan lebih dari 10.000 merchants yang tersebar luas di 200 kota. Beberapa perusahaan terkenal yang telah menjadi kliennya seperti Geprek Bensu, Go-Pay, Dum Dum Thai Tea, Mango Bomb, Bakso Lapangan Tembak, dll.

Dian menjanjikan bahwa investasi ini memang telah disesuaikan untuk kebutuhan UKM dalam meningkatkan teknologi POS, sekaligus dengan memfokuskan pada layanan bundle untuk pembayaran, guna membantu seluruh operasi bisnis mereaka berjalan dengan lebih baik.

Beri Komentar