Portofolio.co.id, Memberi Edukasi Investasi untuk Pemula

0
66
portofolio

Salah satu jenis instrumen investasi berbasis finansial di pasar valuta asing (valas) atau yang dikenal dengan forex (foreign exchange), memiliki nilai yang fluktuatif sehingga masyarakat masih enggan dan beresiko tinggi untuk investasi. Beberapa faktor kurang minatnya investor awam terhadap investasi valas yaitu kurangnya tool yang akan memantau pergerakan nilai valas yang fluktuatif tersebut.

Kekurangan tersebut dianggap sebagai kesempatan oleh startup platform forex trading asal Yogyakarta yaitu Portofolio. Platform ini hadir oleh inisiatif CEO founder-nya Mahar Indra Adityawarman, dengan tujuan untuk memfasilitasi proses forex trading secara digital.

Platform Portofolio ini sendiri merupakan platform yang akan membantu novice investor dan expert trader untuk bertemu kemudian berkolaborasi dalam mengatasi kesulitan di financial trading, dengan cara menyederhanakan proses belajar dan menumbuhkan nilai investasi secara lebih efektif dan effortless, melalui fitur copytrade.

Melalui portofolio ini, Indra mengharapkan akses aplikasi yang bisa mendorong proses edukasi kepada trader pemula terutama seputar strategi berinvestasi di masyarakat yang masih awam. Portofolio memiliki beberapa fitur interaktif tempat bertukarnya informasi dan wawasan kepada pengguna tentang aktivitas perdagangan. Trader pemula memiliki peluang untuk saling bertukar wawasan dengan para ahli sehingga dapat membantu prospek investasi forex mereka.

“Saya menyadari yang dibutuhkan oleh trader forex yaitu cara simple untuk mengembangkan investasi mereka. Perlu diingat bahwa Portofolio bukanlah broker, platform ini akan mempertemukan para pemula dengan pakar untuk saling berbagi analisis trading, dan juga bagi para pemula yang belum mengerti dapat mengakses fitur edukasi yang tersedia”, ujarnya.

Portofolio Mendorong Investasi Valuta Asing di Masyarakat

Banyaknya kasus akibat investasi bodong sering melanda literasi keuangan masyarakat. Beberapa faktor yang menyebabkannya bisa karena masyarakat yang masih belum mengerti bentuk investasi seperti apa, atau karena kurangnya alat pemantau pergerakan mata uang volatil.

Namun investasi ini juga memiliki keuntungan yang bisa didapatkan dari naik dan turunnya harga mata uang.  Jam operasional pasar forex pun berkisar hingga 23 jam, yaitu dari jam 5 pagi setiap harinya selain di akhir pekan, dengan perputaran yang mencapai hingga $53 triliun, mengingat forex dilakukan di hampir seluruh dunia.

Dengan proses trading forex yang tidak mudah ini, maka Portofolio yang terbentuk sejak Desember 2017 lalu ini akan membantu para trader dengan memberi pendidikan secara mendalam dan menyeluruh seputar strategi investasi dan trading.

Fungsi Auto-Copy yang Mempermudah Proses Trading

Portofolio yang berperan dalam mempertemukan para investor valas dengan saling berbagi tips, memungkinkan pengguna dapat menyalin aktivitas perdagangan dari trader lain untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Dalam operasionalnya, Portofolio telah bermitra dengan Otoritas Jasa Keuangan yang melegalitasi bisnis berkelanjutan, agar para regulator Indonesia pada akhirnya memberi ijinnya dan mengawasi perkembangan berikutnya.

Menurut Indra, CEO Portofolio, “Portofolio merupakan satu – satunya layanan trading forex yang menawarkan berbagai fungsi, seperti fitur auto-copy otomatis ini, akan mempermudah perdagangan valas bagi penggunanya”, ujarnya.

Transaksi Portofolio Telah Mencapai Ribuan Dolar

Dengan ratusan user-nya, Portofolio tercatat telah membukukan dana transaksi hingga melebihi Rp.513 juta atau US$37.000. Dengan basis user yang dimiliki, Portofolio akan lebih berkembang dengan tool yang efektif untuk kalangan trader, dan mulai berkomunikasi dengan startup luar negeri untuk membangun kerja sama yang strategis.

Dengan basis user, Portofolio berencana mengembangkan diri dan memperkuat penertasi pasar melalui pendekatan komunitas. “Kami akan fokus dalam memperbaiki ekosistem forex di Indonesia, dengan menghadirkan setidaknya 100 trader terbaik untuk berbagi pengalaman trading. Kami juga akan melakukan kerja sama dengan penyedia e-wallet untuk memudahkan user dalam bertransaksi”, lugas Indra.

Untuk semakin menguatkan dukungan dana dimasa depan, memang komunikasi dengan trading hub luar negeri sangat diperlukan. Dengan kerja sama itu, Portofolio berharap bisa meraih tujuan lebih tinggi yaitu bursa trading valas di Asia Tenggara.

Beri Komentar