face search

Mencegah penipuan dalam dalam proses pinjaman online, sebuah perusahaan big data dan keamanan digital khusus untuk startup fintech bernama ADVANCE.AI meluncurkan sebuah fitur baru bernama Face Search. Fitur tersebut merupakan bagian dari produk bernama Advance Guardian dan telah mereka uji coba selama sebulan di beberapa klien.

Ini bertujuan untuk mengurangi berbagai kasus penipuan pinjaman online yangs edangterjadi di Indonesia. Misalnya kasus pengajuan pinjaman secara online dengan kartu identitas (KTP) palsu. Ada beberapa calon pengguna mengirimkan KTP berbeda namun dengan foto yang sama.

Nah, dengan fitur pendeteksi wajah ini, pihak ADVANCE.AI ini akan bisamendeteksi wajah calon pengguna untuk mencari tahu apakah ia sudah pernah mengajukan pinjaman sebelumnya. Apabila calon pengguna ingin mengajukan pinjaman dengan KTP yang sama, makan proses peminjaman akan segera dapat dilanjutkan. Namun jika menggunakan KTP yang berbeda, maka langsung dimasukkan dalam daftar blacklist.

Perusahaan asal Cina ini nantinya akan berusaha memperkenalkannya dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dengan beberapa produk, sebagai berikut:

  • Advance Horus, mesin pengenal wajah (face recognition) untuk membantu proses Know Your Customer (KYC).
  • Advance Guardian, software untuk mendeteksi penipuan yang dilakukan calon pengguna, melakukan validasi KTP, serta membantu memberikan credit scoring.
  • Advance Booster dan Advance Connect, produk untuk membantu startup fintech lending mendapatkan pengguna baru dengan analisis data.

Saat ini pihak ADVANCE.AI yang dilansir dari Techinasia, mengaku telah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan startup di Indonesia, seperti Go-Jek dan Tokopedia. Bulan Juli 2018, perusahaan ini berhasil mendapatkan pendanaan sebesar US$50 juta atau sekitar sekitar Rp730 miliar dari perusahaan Farallon Capital Management, ZhenFund, Northstar Group, Provident Capital, dan beberapa investor lain. Selain itu ADVANCE.AI juga telah mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi di Indonesia.

Beri Komentar