Begini Fungsi Fintech Center Di Indonesia

0
206
fintech center

Namanya teknologi, sudah pasti lini ini yang paling cepat kemajuannya dan oleh karena itu, pemerintah Indonesia juga akan segera membuka yang namanya Fintech Center untuk mendukung dan mengakomodir perkembangan  teknologi finansial di Tanah Air. Dilansir dari teknologi.id, Fintech Center ini akan menjadi ruang diskusi bagi para institusi, asosiasi maupun masyarakat yang terlibat dalam dunia fintech.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida berharap nih, kedepannya, melalui Fintech Center ini akan muncul inovasi-inovasi tekfin yang lahir dari tempat tersebut. Masyrakat juga akan dijelaskan mengenai apa itu fintech agar tidak akan mudah tertipu oleh fintech abal-abal

Kini perkembangan fintech di Indonesia sangat masih, di mana total jumlah perusahaan fintech yang ada, yaitu sebanyak 235 perusahaan. Menurut pengakuan Ketua Asosiasi FinTech Indonesia, Niki Luhur, hanya 49 persen orang Indonesia yang memiliki akses ke pelayanan finansial normal. Asosiasi fintech berkomitmen untuk mendorong cita-cita strategis pemerintah Indonesia yakni menyetarakan 75 persen masyarakat Indonesia ke dalam sistem finansial formal pada 2018.

Pihak OJK sudah merencanakan pembuatan Fintech Center ini pada 2017 dan dengankehadiran Fintech ini beberapa tugas seperti mengidentifikasi, mengawasi, memberikan perizinan, menyediakan inkubator bisnis, hingga menjamin perlindungan konsumen akan lebih mudah dilakukan

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, pengembangan ekosistem fintech di Indonesia menghadapi beberapa tantangan, di antaranya mengenai pengaturan, pemberian izin, pengawasan, perlindungan konsumen, serta potensi risiko termasuk sistemik.

Terdapat empat jenis fintech di Indonesia yakni payment, clearing dan settlement, e-aggregator, manajemen resiko dan investasi serta peer to peer lending (P2P). P2P ini dianggap mampu membangun ekonomi inklusif. Pasalnya, P2P menghubungkan pendana dengan peminjam. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang P2P ini adalah Amartha.

Amartha ini merupakan salah stau perusahaan yang didirikan pada 2010 yang berfokus memberikan pinjaman kepada pengusaha mikro perempuan di pedesaan. Memanfaatkan kemudahan dari teknologi finansial, Amartha dapat menjangkau desa-desa terpencil dan memproses pengajuan pinjaman dengan lebih cepat. Hasilnya,  41 persen mitra usaha yang sebelumnya pra-sejahtera berhasil keluar dari garis kemiskinan setelah dua tahun bergabung dengan Amartha pada 2017. Amartha mencatat lima dari 10 mitra usaha berada diatas garis kemiskinan.

Beri Komentar