Littly, Buktikan Kekuatan Dahsyat Uang Koin Untuk Tujuan Sosial

0
625
Tech in Asia Indonesia

Selama masih berstatus  mahasiswa Akuntansi di Universitas Bakrie, Ahmad Suaidi kerap merasakan sulitnya kondisi finansial saat akhir bulan atau ketika kiriman belum datang.

Bagi dirinya, uang koin yang ada dan berceceran pun bisa menjadi penyelamat hidupnya. Uang receh yang tampak sepele, ia kumpulkan dan ternyata bisa terkumpul cukup banyak.

Berawal dari peristiwa ini, Ahmad Suaidi kemudian mencoba membuat platform yang masih berhubungan dengan ilmu pendidikan akuntansi yang ia geluti, yaitu financial technology, Littly.

Diangkat dari kecilnya nominal uang receh yang bermanfaat besar

Pernah ingat kisah tentang kondisi balita dengan penyakit atresia billier, Bilqis? Karena terdorong rasa sosial, netizen berbondong – bondong memberikan donasi berupa uang koin dari seluruh penjuru tanah air. Setelah dikumpulkan, ternyata uang koin mencapai angka fantastis sekitar Rp 1 Milyar.

Ide serupa ingin dikembangkan lagi oleh Ahmad Suaidi dengan menggandeng kedua rekannya, Jafar dan Mukhlas yang berasal dari akademisi Universitas Brawijaya Malang.

Mendonasikan uang kembalian

Seperti sudah menjadi tradisi jika uang receh atau kembalian saat membeli di minimarket akan segera diminta oleh petugas kasir sebagai “donasi”. Akan tetapi, Littly ingin menjadikan aktivitas ini untuk menabung koin di sejumlah Pahlawan Koin terdekat.

Pahlawan Koin berupa toko – toko retail atau geras khusus yang bermitra dengan Littly. Sejak pertama kali dirilis, Littly mengklaim sudah memiliki sekitar 200 pengguna. Dan pada 2017, sudah berkembang menjadi 500 pengguna.

Jumlah Pahlawan Koin terus dikembangkan

Bagi Ahmad, Littly masih harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Bila ada banyak pesaing, baginya masih tidak terlalu bermasalah. Karena Littly akan lebih mengutamakan sisi sosial dan humanis para pengguna di tanah air.

Dengan Littly, pengguna dapat berkontribusi untuk membangun balai pengobatan, klinik, hingga tempat ibadah di daerah – daerah terpencil.

Sayangnya, sambutan masyarakat terhadap Littly masih belum begitu bergairah. Oleh karena itu, pihak Littly akan segera membuat inovasi berupa bekerja sama dengan toko ritel ternama di tanah air agar uang kembalian berupa koin atau receh bisa mendarat ke kantong Littly.

Selain itu, pihak Littly juga akan membuat mesin pengumpul uang koin otomatis yang ditempatkan di tempat – tempat strategis dan aman seperti tempat ibadah atau stasiun.

Disebutkan Ahmad, sebanyak 70% pengguna Littly memakai uang koin hasil tabungan mereka untuk belanja. Sedangkan, sisanya untuk diberikan berbagai donasi.

Beri Komentar