LIVE, Berbagi Lokasi dan Berkolaborasi Antar Startup

Startup di tanah air yang makin berkembang membuat sejumlah orang berinisiatif untuk mewadahi komunitas itu dari segi lokasi tempat tinggal atau hunian seperti rumah.

LIVE, hadir untuk menawarkan solusi yang berkonsep menyewakan tempat tinggal bagi para pekerja untuk tetap saling terhubung dan menjalin keterikatan.

Dibentuk oleh kerja sama antara para founder LIVE, yaitu Satrio Rama Widyowicaksono, Pandu Satrio Nugroho, Ryan Gulfa Wijaya, dan Richard Max Gustav Schulz. Tempat tinggal di perkotaan seperti apartemen dirasakan masih kurang relevan bagi pekerja startup. Terkadang, lokasi yang terlalu jauh membuat banyak pekerja harus rela terjebak macet dan menghabiskan waktu di jalan.

Tempat tinggal berfasilitas lengkap

Nah, bila ingin menyewa tempat tinggal yang lebih “nyaman” dibandingkan tempat kos atau rumah petak pada umumnya, LIVE menawarkan tempat tinggal sementara alternatif.

Ada beberapa keuntungan bertempat tinggal di co-living space, LIVE di antaranya:

  • Penghuninya merupakan para pengusaha dan founder startup, sehingga dari segi lingkungan akan terasa lebih mendukung untuk produktivitas kerja.
  • Menjadi satu area dengan tempat kerja atau kantor bersama yang dapat dipakai untuk para penghuni.
  • Sering menyelenggarakan event atau acara edukasi untuk menambah wawasan para penghuni yang bergerak di bidang bisnis.

Mengakomodir konsep co-living space dari luar negeri

Di luar negeri, konsep startup yang mengusung berbagi tempat tinggal bagi para pebisnis ini sudah bukan hal yang baru. Misalnya, KoHub di Bangkok, Thailand; CoHo di India; atau The Student Hotel yang sudah berpangsa pasar di Eropa.

Sementara, startup co-working space yang berkonsep berbagi tempat kerja, WeWork asal Amerika Serikat saat ini turut memeriahkan bisnis co-living space bernama WeLive.

Jika startup co-working space mendapatkan keuntungan karena menyewakan kantor dan peralatannya, maka co-living space bisa mendapatkan penghasilan ekstra dari layanan katering dan laundry.

Alumni SMAN 8 Jakarta

Ketiga sahabat yang sama – sama pernah menempuh bangku pendidikan di SMAN 8 Jakarta, Rama bersama Pandu Satrio Nugroho, seorang mantan karyawan Sampoerna, Ryan Gulfa Wijaya mantan karyawan Djarum, dan Richard Max Gustav Schulz yang sempat bekerja di perusahaan konsultan, Ernst & Young kini bahu membahu untuk mengembangkan LIVE sebagai solusi hunian bagi para founder startup di tanah air.

Semoga startup co-living space akan semakin berkibar di tanah air.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...

Tak Cukup PS5, Kini Sony Siapkan Controller DualSense

Sony baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan wujud baru Controller Playstation 5 bernama DualSense. DualSense memiliki desain baru dan lebih megah...