PayRide, Startup Iklan Bayar Pengemudi Berdasarkan Tingkat Keramaian Jalan

0
538

Sejak bersahabat, ketiga rekan yang terdiri dari Agus Widjaja, Jimmy Alim, dan Ivaline Tedjo rupanya memiliki pemikiran sama. Setiap hari bergelut dengan kemacetan di tanah air, ketiganya lantas membuat kemacetan menjadi sebuah ladang bisnis.

Setalh berbagai diskusi dan pertemuan, akhirnya lahirlah PayRide. Startup yang dibangun dalam rangka mengurangi kerugian para pengemudi akibat kemacetan. Dengan PayRide, atmosfer periklanan di tanah air menjadi berubah seketika.

Menurut PayRide, memasang iklan di papan atau bilboard, memiliki beberapa kerugian. Di samping dari segi harga yang mahal, lokasinya tidak bisa berubah dan kurang bisa dilihat banyak orang.

Didirikan sejak 2015 di Surabaya

Pengalaman pernah sekolah di luar negeri, membuat ketiganya mendapatkan banyak ilmu berharga tentang periklanan. Lagi pula, di tanah air belum begitu banyak pemain di sektor iklan mobil.

Startup PayRide mulai dibangun pada 2015 di Surabaya. Saat ini, sudah merangkul 1.000 pemilik kendaraan yang dipasang iklan.

Perusahaan – perusahaan di Surabaya yang ingin memasang iklan di PayRide juga sudah mulai berkembang. Di antara nama – nama terkemuka seperti Zoom Hotel, The Grand Kenjeran, Adi Husada Cancer Center, Safe Care Surabaya dan masih banyak lagi.

Semakin ramai jalanan, semakin banyak perolehan penghasilan

Membedakan diri dengan para pesaing di layanan sejenis seperti Sticar atau Ubiklan yang membagi komisi sesuai jarak yang ditempuh. PayRide justru membayar pengemudi berdasarkan keramaian jalan. Semakin ramai jalan, maka makin banyak orang yang akan melihat iklan di mobil dan semakin besar pula penghasilan. Perhitungan data inilah yang disebut dengan data impresi.

Untuk memonitor para pengemudi, PayRide memasang alat GPS yang sudah dimodif untuk dipasang pada mobil para mitra.

Tantangan yang harus dihadapi PayRide

Mengawali tahun 2018, PayRide mengaku jika ada berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk menggaet para pengiklan.

Misalnya dari segi promo dan marketing agar para pengiklan konvensional yang memakai bilboard, bisa beralih ke layanan PayRide.

Mereka menggunakan strategi untuk mengedukasi berbagai perusahaan dan mencoba melebarkan sayap ke beberapa kota di sekitar Surabaya.

Beri Komentar