Bajaj di Jakarta Mulai Terima Pembayaran Uang Digital Lewat PayPro

Kehadiran berbagai startup di bidang financial technology (fintech) sangat membantu Pemerintah Indonesia dalam menyosialisasikan dan memasyarakat penggunaan uang digital (e-money) kepada khalayak umum di negeri ini. Terobosan terbaru dalam penggunaan e-money ini dilakukan oleh PayPro, salah satu startup penyedia layanan solusi pembayaran digital dan jasa keuangan. Dengan platform pembayaran menggunakan kode QR yang mereka miliki, kini pengguna bajaj di Jakarta pun sudah bisa menggunakan uang digital atau transaksi non-tunai untuk moda transportasi tersebut.

Baru-baru ini, tepatnya pada 2 November 2017, PayPro mengumumkan tentang kerja sama dengan beberapa koperasi bajaj di Jakarta terkait pembayaran dengan kode QR itu para penggunanya. Pihak mereka sendiri memilih bekerja sama dengan bajaj, karena hingga saat ini pengguna transportasi ini masih cukup banyak. Selain itu, bajaj juga dinilai merupakan sarana yang tepat untuk mengedukasi masyarakat dalam melakukan transaksi non-tunai dan pembayaran menggunakan uang digital ini.

“Ini merupakan salah satu dukungan kami terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2014 lalu, serta bentuk dukungan kami terhadap industri UMKM (usaha mikro, kecil dan menengan). Kami juga menargetkan agar ke depannya PayPro sudah bisa digunakan untuk pembayaran angkutan umum lainnya,” jelas Chief Marketing Officer (CMO) PayPro, Heidi Bokau dalam siaran persnya, seperti dilansir oleh Tech in Asia Indonesia, Jumat (3/11/2017).

Ditambahkannya lagi, melalui kerja sama ini nantinya setiap bajaj akan dilengkapi dengan kode QR, sehingga para penumpangnya pun bisa melakukan pembayaran menggunakan aplikasi PayPro, dengan cara memindai kode QR tersebut. Pihak PayPro sendiri menargetkan program ini sudah bisa digunakan mulai akhir November 2017 nanti. “Kami telah menjalin kerja sama dengan kurang lebih 800 koperasi bajaj dalam hal pembayaran dengan menggunakan aplikasi PayPro,” pungkas Heidi.

Dikutip pula dari Kumparan, Rabu (3/5/2017), PayPro merupakan layanan e-money dari perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo, yang dulunya bernama Dompetku. Awalnya, sejak diluncurkan 3 Mei 2017, layanan ini ditujukan kepada para pengguna IM3 Ooredoo di kawasan Jabodetabek. Namun belakangan ini, terus dikembangkan secara meluas hingga ke level nasional sampai akhir tahun 2017. PayPro pun juga menawarkan layanan transaksi keuangan harian secara mobile seperti platform lainnya. Saat ini, aplikasi mereka sudah tersedia untuk perangkat berbasis Android dan iOS.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Pendapatan Grab Hampir Kembali Normal seperti Sebelum Masa Pandemi

Hal ini dinyatakan oleh pernyataan dari Presiden Grab, Ming Maa oleh edaran yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober. Dia mengatakan pendapatan Grab...

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...