Kini, Sticar Mungkinkan Beriklan di Sepeda Motor

Selama ini para pebisnis mengiklankan produk atau jasa yang dijualnya melalui media mainsteram, seperti koran, radio, televisi, atau media online. Selain itu, ada pula yang beriklan lewat media dalam ruang atau media luar ruang. Belakangan ini, ternyata sudah ada juga startup yang mengembangkan media iklan melalui kendaraan bermotor. Salah satunya adalah Sticar, startup teknologi yang telah menawarkan solusi iklan luar ruangan melalui mobil. Baru-baru ini, tepatnya pada 1 November 2017 lalu, mereka pun juga mengumumkan layanan baru untuk beriklan melalui medium sepeda motor.

Menurut CEO Sticar, Rio Darmawan, mereka menyediakan layanan beriklan di sepeda motor itu tak lepas dari minat dan permintaan yang tinggi dari para klien. Sejumlah pengguna layanan mereka menginginkan diversifikasi medium beriklan, sehingga Sticar memutuskan layanan baru beriklan di sepeda motor. “Seiring dengan terus naiknya awareness Sticar dan online car branding sendiri, ternyata banyak klien yang berharap layanannya ditambah. Jadi diversifikasi ini kami lakukan juga untuk memenuhi permintaan tersebut,” jelasnya dilansir Tech in Asia Indonesia, Kamis (2/11/2017).

Cara kerjanya pun, secara garis besar hampir sama seperti beriklan di mobil. Sticar mempertemukan calon pengiklan dengan mitra pengemudi yang kendaraannya siap untuk dipasang iklan. Setiap mitra pengemudi ini harus menggunakan aplikasi Android selama pemasangan iklan tersebut. Sedang sang pengiklan bisa melihat perkembangan kampanye produk atau jasanya setiap hari melalui dashboard yang dapat mereka akses. Di sana, terdapat data mengenai rute jalan yang dilalui oleh sepeda motor tempatnya beriklan, hingga jumlah impresi yang didapatnya. Data yang ada pun bersifat real time.

Untuk bisa mendapatkan layanan beriklan di sepeda motor ini, Sticar mematok harga sebesar Rp 1,3 juta untuk satu sepeda motor per bulan. Harga itu sendiri sudah termasuk biaya-biaya lain. Sedang mitra pengemudi menerima sebesar Rp 400 ribu dari jumlah tersebut. Menariknya, Sticar pun juga menawarkan nilai tambah dalam layanan beriklan di sepeda motor ini, sebagai salah satu upaya dalam menghadapi persaingan. Program tersebut bernama ‘Brand Activation’, di mana para mitra pengemudi juga bisa menjadi tenaga penjual lepas bagi merek-merek yang sedang mereka iklankan.

“Itu menjadi salah satu tambahan bagi mitra pengemudi, karena mereka bisa menjual sesuatu yang diberikan pengiklan secara gratis,” tambah Rio. Secara tak langsung, program ini juga bermanfaat bagi para pengiklan, karena mendapatkan tenaga marketing. Namun, hingga saat ini memang belum semua klin Sticar yang menggunakan layanan tersebut. Menurut Rio, kebanyakan pengguna program ‘Brand Activation’ ini juga malah para klien mereka yang bergerak di luar bidang bisnis e-commerce.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Pendapatan Grab Hampir Kembali Normal seperti Sebelum Masa Pandemi

Hal ini dinyatakan oleh pernyataan dari Presiden Grab, Ming Maa oleh edaran yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober. Dia mengatakan pendapatan Grab...

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...