Marketplace Jasa ‘Beres’ Raih Pendanaan Rp 94,6 Miliar

Setelah lebih dari setahun beroperasi di Tanah Air, marketplace jasa ‘Beres’ kembali sukses meraih pendanaan dengan nilai mencapai 7 juta dolar AS, atau sekitar Rp 94,6 miliar. Kabar ini diumumkan langsung oleh manajemen startup tersebut pada 6 November lalu, seperti yang dilansir oleh Tech in Asia Indonesia, Senin (6/11/2017). Pendanaan tersebut dipimpin oleh perusahaan investasi asal Australia Square Peg Capital, bersama dengan perusahaan investasi asal China SIG Asia Investments.

Investasi terbaru itu sendiri rencananya akan dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh startup dari Malaysia dengan nama asli ‘Kaodim’ di negara asalnya tersebut. Mereka memang harus bersaing sengit dengan marketplace jasa lainnya, seperti Seekmi, Jasaku, dan Sejasa. Beres baru hadir di Indonesia pada akhir Februari 2016 lalu, setelah beroperasi di Singapura, dan juga Filipina dengan nama ‘Gawin’, sejak pertama diluncurkan di Malaysia pada November 2014.

Sebelumnya, mereka juga telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar 550 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7,4 miliar pada Februari 2015, dan disusul pendanaan Seri A sebesar 4 juta dolar AS atau sekitar Rp 54 miliar pada November 2015. Semua investasi itu mereka dapatkan dari beberapa investor, seperti Venturra Capital, 500 Startups, dan East Ventures. Dengan bantuan para investor itulah startup ini mampu mengembangkan sayapnya hingga ke beberapa negara tetangga.

Beres yang hadir di Indonesia dengan aplikasi khusus berbahasa Indonesia, menyediakan berbagai layanan jasa mulai dari reparasi AC, katering, hingga fotografer. Aplikasi tersebut kemudian akan memberikan beberapa tawaran (quotation) yang bisa dipilih oleh para pengguna. Beres sendiri akan mendapatkan komisi sejumlah tertentu dari setiap pemesanan jasa dari para penggunanya tersebut. Aplikasinya sendiri bisa dijalan di smartphone Android ataupun iOS.

“Banyak mitra penyedia jasa kami yang setiap bulannya mengalami kenaikan pesanan sebesar 40 hingga 50 persen, setelah menggunakan aplikasi kami,” ungkap Managing Director Kaodim Jeffri Cheong mengklaim peningkatan yang didapatkan para klien berkat kehadiran layanan mereka itu.

Pada September 2016 lalu, startup ini pun telah melakukan inovasi dengan meluncurkan fitur yang memungkinkan para penggunanya untuk mendapatkan penyedia jasa terbaik, tanpa perlu repot lagi memilih dari beberapa quotation terlebih dahulu. Fitur bernama ‘Kaodim’ Direct tersebut sudah bisa digunakan oleh pengguna aplikasi mereka untuk layanan seperti pembersih rumah dan reparasi AC.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Pendapatan Grab Hampir Kembali Normal seperti Sebelum Masa Pandemi

Hal ini dinyatakan oleh pernyataan dari Presiden Grab, Ming Maa oleh edaran yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober. Dia mengatakan pendapatan Grab...

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...