Startup Logistik Andalin Jadi Juara Arena Tech in Asia Jakarta 2017

Konferensi teknologi Tech in Asia Jakarta 2017 telah berlangsung pada 1-2 November 2017 yang lalu. Seperti biasa, kegiatan ini kembali menghadirkan kompetisi startup dengan tajuk ‘Arena’. Seperti dikutip dari Tech in Asia Indonesia, Kamis (2/11/2017), sebanyak tujuh startup yang berasal dari dalam dan luar Indonesia bersaing memperebutkan hadiah 5 ribu dolar Singapura, atau sekitar Rp 50 juta. Dari tujuh startup itu, kemudian terpilih tiga startup yang berhasil menarik perhatian para juri.

Mereka adalah startup logistik Andalin dari Indonesia, yang akhirnya sukses menjuarai kompetisi Arena Tech in Asia Jakarta 2017, serta GY Networks dari Korea Selatan sebagai juara kedua, dan Spotdraft dari India sebagai juara ketiga. Andalin menawarkan layanan yang bisa membantu para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mengimpor dan mengekspor barang ke luar negeri. Penggunanya hanya perlu mengirim semua persyaratan dan biaya melalui platform yang disediakan.

Sementara itu, GY Networks adalah platform untuk meningkatkan performa kamera CCTV, sehingga bisa memiliki beberapa fungsi tambahan, mulai dari menghitung jumlah orang yang ada di sebuah lokasi, mendeteksi adanya api yang bisa menyebabkan kebakaran, hingga mendeteksi kendaraan yang telah melanggar peraturan lalu lintas. Kini, mereka juga tengah mengembangkan kemampuan mendeteksi kekerasan di lift apartemen, yang otomatis bisa melaporkannya ke aparat keamanan.

Sedangkan Spotdraft merupakan platform yang memudahkan penggunanya membuat kontrak resmi dan tagihan (invoice) secara online. Bahkan, layanan ini pun juga dapat membantu memantau dan menerima pembayaran yang dilakukan untuk setiap tagihan yang telah dibuat. Melalui platform ini, pengguna juga bisa memasukkan dokumen kontrak lama yang berbentuk kertas, hingga kemudian mengubahnya menjadi sebuah dokumen digital, sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas.

Selain itu, peserta lain adalah Hyku, yang merupakan startup asal Cina dengan tawaran pengalaman baru dalam menonton video secara online. Dengan teknologi mereka, pengguna bisa berinteraksi, seperti melihat konten lain yang relevan, bermain game, dan melakukan pembelian produk terkait. Kemudian, ada startup asal Swiss, Datum dengan teknologi blockchain yang mampu mengumpulkan berbagai data. Pengguna juga bisa berbagi data, dan akan mendapatkan uang digital cryptocurrency.

Selanjutnya, startup Disitu berupa platform yang memungkinkan pengguna mengajukan pinjaman multiguna dan untuk pembelian kendaraan secara online, sekaligus membandingkan perusahaan pembiayaan yang tersedia. Terakhir, TuneMap yang merupakan aplikasi mobile untuk membantu para tunanetra mengetahui berbagai jenis gangguan seperti lubang di jalan, hingga pemberitahuan tentang lokasi untuk menunggu bus. Informasinya berupa suara yang bisa didengar para tunanetra.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Pendapatan Grab Hampir Kembali Normal seperti Sebelum Masa Pandemi

Hal ini dinyatakan oleh pernyataan dari Presiden Grab, Ming Maa oleh edaran yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober. Dia mengatakan pendapatan Grab...

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...