Akseleran Luncurkan Layanan P2P Lending dengan Pinjaman Mulai Rp 100 Ribu

0
767

Salah satu startup lokal dalam bidang financial technology (fintech), Akseleran meluncurkan layanan terbarunya, yakni peer to peer (P2P) lending, pada Senin (9/10/2017) lalu. Dengan layanan tersebut, maka memungkinkan kegiatan pinjam-meminjam antar perseorangan. Para investor pemula sendiri bisa berinvestasi dengan nominal kecil mulai dari Rp 100 ribu. Layanan ini hadir untuk melengkapi layanan mereka yang sudah ada sebelumnya, equity crowdfunding (penggalangan dana pinjaman).

“Dengan dua layanan kami, yaitu equity crowdfunding dan P2P lending, kami berharap bisa menjadi jembatan antara investor dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Harapannya, semoga pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia dapat semakin berkembang,” ungkap CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan, seperti dilansir Tech in Asia Indonesia, Rabu (11/10/2017). Sebelumnya, melalui layanan equity crowdfunding, Akseleran sendiri telah lebih dulu memberikan kesempatan bagi para pemilik UKM untuk mengajukan pinjaman sampai Rp 2 miliar dengan bunga mulai 6,35 persen per tahun.

Sebenarnya, di Indonesia sendiri sudah ada cukup banyak startup dengan layanan P2P lending, mulai dari Investree, Modalku, Amartha, Crowdo, hingga KoinWorks. Namun menurut Ivan, masih ada lagi banyak pelaku usaha yang belum terlayani oleh layanan dari startupstartup tersebut, sehingga dia melihat masih ada peluang bagi Akseleran. Oleh karena itu, mereka pun sudah mulai menyiapkan untuk ikut menyediakan layanan P2P lending yang telahh direncanakan sejak bulan Juni 2017. Hal ini pula yang membuat Akseleran bisa mendapatkan status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Produk yang ditawarkan P2P lending yang ada saat ini kebanyakan fokusnya pada pinjaman modal kerja dengan tenor relatif pendek, bunga relatif tinggi, dan agunan yang terbatas,” ucap Ivan saat itu. Namun, layanan P2P lending dari Akseleran, yang memungkinkan investasi dengan nominal kecil mulai dari Rp 100 ribu, memang mirip dengan layanan KoinWorks. Meski begitu, mereka berbeda dengan startup lain seperti Modalku dan Investree yang mengharuskan pemberi pinjaman untuk memberi deposit mulai dari nominal Rp 10 juta dan Rp 5 juta, dengan minimal investasi Rp 1 juta.

Sementara pada layanan Akseleran, para pemberi pinjaman nantinya juga bisa mendapat imbal hasil sebesar 11,75 persen hingga 30 persen per tahun. Dari imbal hasil tersebut, Akseleran sendiri akan mengambil komisi mulai 0,25 persen hingga 1 persen tergantung lamanya pengembalian pinjaman.

Beri Komentar