Tinggal.com, Dari Agregator Hotel Murah Ke Bisnis Software

0
785

Persaingan bisnis dalam bidang jasa penjualan tiket dan akomodasi di Indonesia memang bersaing sangat ketat. Perusahaan-perusahaan travel online terkemuka di Tanah Air yang pada awalnya hanya menyediakan booking tiket pesawat, seperti Traveloka, PegiPegi, dan Tiket.com, belakangan juga merambah pada bisnis penjualan kamar hotel. Selain itu, hadir pula startup seperti Airy Rooms dan ZEN Rooms yang fokus pada hotel murah, sehingga membuat industri ini semakin dipenuhi pesaing.

Alhasil, salah satu startup agregator hotel murah di Indonesia, Tinggal.com pun merasakan efeknya. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanan setelah lebih setahun ikut bersaing dalam industri tersebut. Alasan utamanya sendiri, karena semakin minimnya pendapatan yang bisa dimaksimalkan. Pasalnya, hampir 80 persen dari pemasukan mereka, sekarang malah dinikmati oleh perusahaan-perusahaan travel online raksasa yang juga ikut menyediakan penjualan kamar hotel.

“Satu setengah tahun yang lalu, kami memulai bisnis ini dengan mengincar keuntungan sekitar 20 persen dari total harga kamar. Namun, kini sebagian besar pendapatan tersebut justru hanya jadi komisi bagi situs travel online. Dari situ kami menyadari bahwa bisnis ini sudah tidak lagi menjanjikan dari sisi perbandingan pengeluaran dengan uang yang didapat (unit economics),” jelas CO-Founder sekaligus CEO Tinggal.com Arjun Chopra, seperti dilansir Tech in Asia Indonesia, Jumat (6/10/2017).

Tinggal.com sendiri sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkembang dalam layanan booking online hotel budget, karena memang mengalami pertumbuhan pesat dibandingkan hotel berbintang. Apalagi, ketika mulai hadir di Indonesia pada awal 2016, mereka juga telah mendapat pendanaan sebesar 1 juta dolar AS (Rp 13 miliar) dari Mangrove Capital Partners, Simile Venture Partners, Vikas Saxena, serta dari pengusaha senior Prafulla Mathur yang merupakan pendiri dan CEO WudStay.

Namun, fakta yang terjadi malah sebaliknya. Makanya, Tinggal.com mencoba beralih ke bisnis lain, yakni layanan software as a service (SaaS) dengan menyediakan software bagi hotel murah bernama PrimeOptimax. Dari pengalaman berbisnis dengan para pemilik hotel murah, Arjun melihat beberapa masalah, seperti sebagian besar mereka tidak punya solusi teknologi yang bisa membantu mengelola penjualan kamar secara online, dan kesulitan menentukan harga sesuai untuk waktu-waktu tertentu.

PrimeOptimax sendiri menawarkan solusi yang memungkinkan pemilik hotel mengelola informasi harga dan ketersediaan kamar mereka di berbagai situs travel online secara real time melalui sebuah dahsboard. Dengan software ini, jika tamu memesan kamar langsung di hotel, maka ketersediaan kamar mereka di semua situs travel online akan berkurang otomatis. Sedangkan untuk mengatasi kesulitan penentuan harga kamar, PrimeOptimax akan memberikan rekomendasi harga dengan mempertimbangkan mulai dari tanggal, cuaca, kelas kamar, kotanya, hingga harganya selama ini.

Beri Komentar