Vertex Ventures Sediakan Rp 2,8 Triliun untuk Pendanaan Seri A di Asia Tenggara

0
450

Kabar menarik bagi para pelaku starup di Indonesia, terutama yang bergerak di bidang enterprise, fintech, dan consumer. Perusahaan modal ventura asal Singapura, Vertex Ventures mengumumkan bahwa mereka telah mengumpulkan dana investasi ketiga sebesar 210 juta dolar AS, atau mencapai Rp 2,8 triliun, yang diklaim oleh Bloomberg sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Mereka berniat akan menggunakan dana itu untuk berinvestasi pada startup di tahap Seri A atau pendanaan awal.

“Kami akan hadir di lebih banyak kota di Asia Tenggara, agar kami mempunyai akses yang lebih baik terhadap para startup lokal,” ungkap Managing Partner Vertex Ventures di Asia Tenggara dan India Chua Joo Hock seperti dilansir Tech in Asia Indonesia, Senin (9/10/2017). Nominal pendanaan yang akan diberikan berkisar antara 3-5 juta dolar AS, atau setara Rp 40-67,5 miliar. Sebelumnya, mereka juga telah mengumumkan pembukaan dana investasi ini pada Agustus 2017, dengan target awal minimal 150 juta dolar AS atau Rp 2 triliun, serta fokus di bidang enterprise, fintech, dan consumer.

Tidak hanya startup di wilayah Asia Tenggara, Vertex Ventures yang merupakan perusahaan modal ventura milik Temasek Holdings dari Singapura ini mengaku juga akan menggunakan dana investasi tersebut untuk memberikan pendanaan kepada startup asal India. Seperti diketahui, saat ini Vertex Ventures memang juga sudah memiliki kantor di Bangalore, India, selain di Singapura dan Indonesia, tepatnya di Jakarta. Oleh karena itu, dipastikan mereka juga akan menyasar pasar startup di India.

Sebagai informasi, Vertex Ventures sendiri sudah cukup lama hadir untuk memberikan pendanaan kepada startup pemula. Pendanaan terbaru ini merupakan investasi ketiga mereka di wilayah Asia Tenggara. Tapi, pendanaan ini adalah yang pertama kalinya melibatkan investor eksternal dengan melakukan aktifitas penggalangan dana terbesarnya pada sektor teknologi. Pada dua pendanaan sebelumnya, semua investasi mereka murni berasal dari perusahaan induknya, Temasek Holdings.

Salah satu investasi terbaiknya hingga saat ini mungkin adalah investasi untuk Grab di masa-masa awal layanan transportasi online asal Malaysia tersebut. Terbaru pada Juli 2017 lalu, Grab pun telah mengumumkan mendapat pendanaan segar sebesar 2,5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 33,7 triliun. Alhasil, dengan pendanaan tersebut, Grab mampu nilai perusahaan pada angka 6 miliar dolar AS.

Beri Komentar