Kioson Jadi Startup Lokal Pertama yang Melantai di Bursa Saham Indonesia

0
591

Sejak mulai tumbuhnya industri digital di Indonesia, startup-startup lokal selama ini biasanya hanya mendapatkan pendanaan dari para investor melalui capital venture, selain melalui bootstraping yang menggunakan dana sendiri. Menariknya, baru-baru ini salah satu startup lokal, yakni Kioson mulai melantai di bursa saham Indonesian Stock Exchange (IDX). Mereka jadi startup Indonesia pertama yang masuk bursa saham, sejak 5 Oktober 2017, dilansir Tech in Asia Indonesia, Senin (9/10/2017).

Upaya Kioson untuk mendapatkan pendanaan melalui bursa saham ini ternyata cukup berhasil. Dari 150 juta saham yang telah dijual, Kioson mampu meraup dana segar sebesa Rp 45 miliar. Jumlah ini sesuai dengan target awal mereka yang berkisar antara 3,1 juta hingga 3,4 juta dolar AS, atau sekitar Rp 42-46 miliar. Nominal Rp 45 miliar itu sendiri merupakan nilai median dalam pendanaan Seri A di Asia Tenggara dari venture capital  asing, seperti yang pernah diterima oleh beberapa startup lokal.

Proses IPO dari Kioson sendiri didukung IDX, yang juga telah membuat inkubator demi menarik lebih banyak startup masuk ke bursa saham. Menurut Kerry Rusli dari Sinarmas Securities, perusahaan investasi yang mengurus proses IPO dari Kioson, IDX memang ingin membawa ‘angin baru’ di bursa saham. “Meskipun masih cukup muda, namun perusahaan ini memiliki potensi. Biasanya, kita hanya melihat perusahaan di bidang properti, manufaktur, minyak dan gas, serta batu bara. Namun, kini permintaan investor retail terhadap perusahaan-perusahaan itu sudah menurun,” jelas Kerry pula.

Dalam konferensi pers, Kioson pun menyatakan saham mereka diminati oleh banyak investor, hingga 10 kali lipat dari yang bisa dilayani. Harga saham pada hari pertama langsung naik dari angka Rp 300 menjadi Rp 450. Ada 23.400 saham yang diperjualbelikan dengan nilai Rp 10,5 juta. Namun, pada hari kedua penjualan, volume saham Kioson yang diperdagangkan memang jatuh ke angka 3.500, dengan nilai kurang Rp 2 juta. Meski begitu, mereka tetap optimistis dengan penjualan saham ini.

Kioson sendiri merupakan startup yang menjual berbagai produk digital seperti pulsa telepon, hingga voucher game dan e-commerce, melalui jaringan agen mereka. Para agen itu dibekali dengan aplikasi mobile yang telah mereka buat. Konsep bisnisnya ini mirip dengan Kudo, startup lokal yang kini telah diakuisisi Grab, perusahaan transportasi online asal Malaysia. Kioson didirikan dua tahun lalu, dan kini telah memiliki 19 ribu agen di seluruh Indonesia. Pada laporan keuangan 2016, Kioson mendapat pemasukan 1,9 juta dolar AS (Rp 25,5 miliar), sedang kerugiannya 840 ribu dolar AS (Rp 11,3 miliar).

Beri Komentar