3 Pelajaran Yang Bisa Dipelajari Dari Proses Perekrutan Engineer Bukalapak, Goers dan Seekmi

0
881

Pertumbuhan startup di tanah air semakin menunjukkan peningkatan, terbukti dengan banyaknya startup baru yang muncul dan komitmen pemerintah yang turut mendukung perusahaan rintisan baru. Sayangnya, hal ini masih belum diimbangi dengan jumlah SDM yang berkualitas, terutama di bidang teknologi. Lalu, bagaimana startup lokal mensiasati hal ini ? Berikut adalah strategi yang dilakukan oleh Bukalapak, Seekmi dan Goers seperti dilansir dari Dailysocial.

1. Fresh Graduate Masih Kekurangan Ketrampilan dan Pengalaman

Sumber foto : kent.ac.uk

Clarissa Leung, CEO dari startup penyedia jasa layanan rumah tangga “Seekmi” menyatakan bahwa mahasiswa lulusan jurusan IT (Teknik Informatika maupun Sistem Informasi) masih kekurangan ketrampilan dan pengalaman, padahal dua komponen inilah yang penting untuk menempati posisi engineer.

“Saya melihat hanya dalam jumlah kecil lulusan terbaik dari Universitas ternama di Indonesia yang sudah bisa langsung bekerja sesuai dengan standar dari startup yang merekrut. Sebagian lagi masih perlu pelatihan dan training lebih lanjut.” Ungkap Clarissa seperti dikutip dari DailySocial

Ternyata, permasalahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi di pusat perkembangan teknologi dunia Silicon Valley. Saat kunjungannya ke daerah selatan San Fransisco Bay Area tersebut, Clarissa melihat masih banyak anak muda yang melanjutkan studinya untuk mendalami skill coding.

2. Memanfaatkan Rekomendasi Internal

Strategi ini dilakukan oleh salah satu layanan marketplace terbesar di Indonesia, Bukalapak. Dengan memanfaatkan informasi dari internal, Bukalapak mampu menghasilkan enginner yang sesuai dengan requirements dari perusahaan. Ibrahim Arief, VP Engineering dari Bukalapak menyatakan bahwa cara tersebut cukup ampuh untuk mengatasi sulitnya mencari engineer baru.

Sumber gambar : GeekWire

Tapi jangan salah, semua calon yang direkomendasikan harus melewati seleksi dari tim Bukalapak. Jika lolos, bukalapak memberikan bonus 20 juta rupiah untuk internal referrer. “Melihat mayoritas engineer berkualitas yang lolos seleksi kami berasal dari referral pegawai internal, kami menyediakan internal referral bonus sebesar 20 juta Rupiah untuk setiap engineer yang lolos.” Ungkap Arief.

Sama seperti bukalapak, startup penyedia layanan informasi aktivitas kota “Goers” juga menerapkan hal serupa. “Ketika kami melakukan hiring, setiap kandidat akan menemui minimal tiga orang untuk dinilai.” Ungkap Co-founder dan COO Goers, Niki Tsuraya Yaumi.

3. Skill Saja Tidak Cukup

Dalam pencarian engineer, Niki dan Tim Goers tidak hanya menilainya dari skill saja, tapi juga kecocokan dengan culture yang dimiliki oleh Goers. “Buat Goers, mencari engineer juga menjadi suatu tantangan, karena kami mencari tidak hanya dari segi skill saja, namun juga dari sisi culture fit,” kata Niki, seperti dikutip dari DailySocial

Sumber gambar : Uadin

Itu dia 3 pelajaran yang bisa diambil dari proses Proses Perekrutan Engineer Bukalapak, Goers dan Seekmi. Semoga artikelnya bermanfaat.

Sumber : Strategi Bukalapak, Goers, dan Seekmi Melakukan Perekrutan “Engineer” via DailySocial 

 

 

 

 

Beri Komentar