Kofera, Startup Lokal Penyedia Machine Learning untuk Keperluan Marketing

0
433

Startup lokal yang menyediakan SaaS (Software as a Service) masih belum banyak beredar di Indonesia, kali ini WebHouzz mengajak pembaca untuk berkenalan dengan Kofera, startup lokal yang menyediakan platform otomasi digital marketing menggunakan Artificial Intelligence (AI) dan machine learning.

Kofera Technology adalah startup yang didirikan oleh Bachtiar Rifai, mantan Kepala Pemasaran Grup Lazada bersama 6 sahabatnya di ujung tahun 2015 lalu. Di awal perjalanannya, Kofera sempat mengalami “struggle” mencari investor karena belum memiliki tempat di pasar lokal. Akhirnya, tim dibagi menjadi dua kelompok, satu tim bertugas sebagai software engineer, sedangkan tim yang lain bertugas mencari investor. Setelah berhasil menghadirkan prototype, Kofera berhasil memperoleh pendanaan dari Telkom Indigo dan Ideosource Ventur Capital.

Kofera hadir sebagai patform penyedia jasa otomasi marketing berbasis big data dan machine learning yang juga memadukan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI). Dengan teknologi ini, Kofera menjadi satu satunya startup dari Indonesia yang menyediakan Software as a Service (SaaS) otomasi marketing di Asia Tenggara menggunakan Artificial Intelligence dan machine learning.

Bachtiar menilai bahwa masih banyak perusahaan e-commerce di Indonesia yang melakukan cara konvensional dalam ranah pemasaran digital, ia mencontohkan langkah perusahaan yang menambah pegawai hingga menyewa agensi digital marketing untuk mengelola pemasaran online-nya. Hal ini menyebabkan perusahaan harus mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra. Dari permasalahan inilah Bachtiar dkk menciptakan Kofera sebagai automation tools untuk perusahaan e-commerce dengan menggunakan Artificial Inteligence dan Machine Learning. Bachtiar menjelaskan bahwa machine learning digunakan untuk menggunakan data historis untuk memprediksi data-data ke depan. Sehingga pemasaran yang dilakukan dapat berjalan dengan optimal dengan biaya yang dapat dipangkas.

Saat ini, Kofera sudah memiliki 5.000 lebih akun yang terdaftar dari berbagai jenis bisnis model, antara lain perusahaan ritel dan agensi periklanan. Sejak Maret 2016 hingga awal tahun 2017, omset yang diraih oleh Kofera naik hingga 300%. Sebagian besar pemasukan diperoleh dari klien perusahaan ecommerce.

Dalam keterangan yang ditulis oleh Bachtiar, Kamis, 15 Juni 2017, Kofera Technology berhasil meraih pendanaan Pra-Seri A dari MDI Ventures, Indosterling Capital, Discovery Nusantara (DNC) dan Gunung sewu dalam jumlah yang tidak disebutkan.

Sumber :
Teknologi.news.viva.co.id
Swa.co.id

Beri Komentar