5 Hal Ini Harus Dihindari Jika Ingin Pemasaran Startup Berhasil

0
590

Membangun dan mengembangkan startup baru memang tidak gampang. Semuanya harus dimulai dari nol, sehingga butuh perjuangan yang lebih besar untuk bisa sampai ke titik terbaik dan stabil. Namun sayangnya, banyak para pemula yang sudah terlanjur mengambil langkah yang salah di awal usahanya bersama startup baru. Sehingga, tidak jarang akhirnya malah gagal berkembang sebelum jadi. Makanya, sangat penting memahami dengan benar langkah awal dalam memasarkan startup.

Selain itu, tentu ada pula hal-hal yang jangan sampai dilakukan dalam pemasaran startup baru, demi menjaga eksistensi dari perusahaan tersebut. Seperti ulasan dari Redaksi WebHouzz berikut ini, ada lima hal yang harus dihindari oleh para pemula dalam dunia startup jika ingin pemasarannya berhasil.

1. Terburu-buru menggunakan anggaran pemasaran

Meski pun anggaran untuk pemasaran sudah disediakan, jangan langsung terburu-buru untuk segera menggunakannya. Memang sangat menyenangkan melihat nama perusahaan Anda muncul dalam iklan di berbagai media. Namun, jika tidak dilakukan dengan strategi yang benar, maka anggaran yang sudah dihabiskan bisa saja tidak akan bermanfaat secara maksimal. Sebelumnya, atur terlebih dahulu strategi pemasaran yang akan dilakukan. Ada baiknya untuk memulai dengan cara pemasaran yang sangat sederhana, misalnya dari mulut ke mulut, tanpa menghabiskan banyak biaya anggaran.

2. Terlalu terobsesi dengan brand yang baik

Banyak startup baru yang terlalu terobsesi untuk mendapatkan brand yang baik alias overthinking brand, sehingga tanpa disadari telah berkali-kali mengganti brand guideline atau merevisi desain brand dan website. Padahal, pada dasarnya produk yang dijual yang akan bekerja membentuk brand perusahaan Anda menjadi terkenal dan memiliki kesan positif di mata pelanggan. Oleh karena itu, di awal pembangunan startup, utamakan fokus kepada kualitas produk, sehingga dapat memenuhi ekspektasi dan melayani keinginan para pelanggan, dan secara otomatis akan membentuk loyalitas.

3. Menunda atau terlalu cepat merilis produk

Terburu-buru dalam merilis produk ke pasar ternyata juga tidak baik untuk perkembangan startup baru ke depannya. Sebaiknya, pastikan terlebih dahulu bahwa produk yang akan dijual benar-benar sudah matang kualitasnya; misalnya bisa dengan melakukan tes produk bersama beberapa calon pelanggan. Namun, menunda untuk merilis produk juga sebaiknya tidak dilakukan. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda benar-benar sudah membuat perencanaan dengan baik. Kemudian, jangan lupa pula untuk mengidentifikasi masalah yang akan diatasi oleh produk dari perusahaan Anda.

4. Mengejar ketertinggalan dari kompetitor

Jangan pernah berpikir bahwa Anda harus segera mengejar kompetitor yang telah berjalan lebih dulu dan melangkah jauh. Jika Anda melakukan hal tersebut, maka bukan tidak mungkin akan terjebak perangkap mereplikasi jejak kompetitor, sehingga pada akhirnya pelanggan akan menyadari bahwa produk dari startup Anda tidak lebih baik dari perusahaan lain yang sejenis. Sebaiknya, belajarlah dari para kompetitor untuk menghasilkan produk yang jauh lebih baik dan mampu mengatasi masalah-masalah yang belum bisa didapatkan solusinya, sehingga produk Anda bisa memiliki nilai lebih tinggi.

5. Mengorbankan pelanggan demi keuntungan

Mendapatkan keuntungan memang menjadi salah satu tujuan dari berbisnis. Namun, jangan pernah hanya memikirkan keuntungan semata dalam menjalankan startup baru. Apalagi, jika Anda sampai mengorbankan pelanggan demi mendapatkan keuntungan yang jauh lebih banyak. Berpikirlah untuk membuat produk yang bisa diinginkan dan dipakai secara terus-menerus oleh pelanggan, sehingga mereka pun akan merasa sangat puas menggunakan produk dari start up Anda. Kepuasan para pelanggan itu akan menjadi nilai utama dalam mengukur keberhasilan pemasaran yang dilakukan.

Beri Komentar