Amtiss, Aplikasi Manajemen Pengelolaan Aset Bagi Perusahaan Besar

Masih sangat banyak peluang besar yang bisa diubah menjadi keuntungan dalam dunia bisnis digital saat ini, termasuk di Indonesia. Tidak heran jika, semakin banyak pula bertumbuhan startup-startup yang mencoba menawarkan hasil teknologi yang mereka kembangkan pada para pengguna internet di negeri ini. Salah seorang pengusaha muda asal Bandung, Ivan F Gautama baru-baru ini ikut pula memperkenalkan teknologi ciptaan, yakni sebuah aplikasi yang menyediakan layanan pengelolaan aset bagi perusahaan.  Dengan aplikasi bernama Amtiss yang dikembangkannya itu, perusahaan-perusahaan besar dengan mudah mengelola aset-aset fisik mereka yang tentunya sangat banyak.

Menyasar bidang B2B (business-to-business), Amtiss memang menyasar perusahaan-perusahaan besar untuk menggunakan layanan dari aplikasi ini. Aset-aset fisik perusahaan tersebut, mulai dari alat-alat berat, mobil, mesin, dan lainnya, bisa dikelola dengan mudah melalui aplikasi Amtiss. Dengan begitu, perusahaan akan terbantu, serta bisa pula mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan aset-aset tersebut. Beberapa sektor bisnis yang didukung oleh Amtiss adalah industri pertambangan, konstruksi, transportasi, rumah sakit, hingga pemerintahan. Sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu, hingga saat ini sudah ada sekitar lima perusahaan besar yang menjadi klien mereka.

Salah satunya adalah perusahaan tambang yang menggunakan layanan Amtiss untuk mengelola alat berat yang mereka miliki. Selain itu, ada pula perusahaan ritel alat berat yang memiliki lebih dari 40 toko yang tersebar di seluruh Indonesia, yang juga sudah memanfaatkan teknologi dari Amtiss. Selain itu,  juga ada beberapa perusahaan lain yang sedang mengajukan uji coba untuk menggunakan aplikasi Amtiss. Sebagai alumni dari program inkubator milik Telkom, Indigo Incubator 2015, startup ini cukup terbantu dalam mencari klien korporasi. Mereka bisa menggunakan jaringan korporasi yang dimiliki oleh Telkom Group untuk mendapatkan konsumen, termasuk beberapa pelanggan saat ini.

Kelahiran Amtiss sendiri berawal dari keterlibatan para founder-nya, yakni Ivan, serta Rizka Dwitama, Doni Hadiansyah dan Fively Darmadi dalam pengerjaan sebuah proyek aplikasi asset inspection untuk Perusahaan Gas Negara (PGN). Dari situlah, kemudian mereka aplikasi asset management dan cost monitoring yang bisa digunakan untuk berbagai macam industri, yang akhirnya diberi nama Amtiss. Sebagai solusi manajemen aset, aplikasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan atau operasional dan maintenance asset dari perusahaan yang menggunakannya, sehingga bisa mereduksi high cost operation dan mengoptimalkan lifetime asset dengan kecanggihan teknologinya tersebut.

Amtiss mengandalkan dua aplikasi utama berbasis cloud untuk membantu para pelanggannya, yakni aplikasi dekstop dan Android. Untuk aplikasi dekstop yang bisa diakses melalui website Amtiss.com, manajemen perusahaan bisa mengelola dan memantau aset secara keseluruhan, termasuk dalam menentukan maintenance, notifikasi, dan kemampuan manajerial lainnya. Sedang aplikasi Android bisa digunakan oleh operator aset di lapangan untuk melaporkan inspeksi kondisi aset dengan cara mengunggah foto dan melaporkan kondisinya. Dukungan teknologi cloud pada kedua aplikasi utama ini, membuat semua fitur yang tersedia telah terintegrasi dan bisa menghasilkan laporan lebih cepat.

Selain itu, pada aplikasi Amtiss juga tersedia fitur yang memungkinkan manajemen perusahaan untuk bisa melihat intelligence, seperti perbandingan performance dan cost tiap aset berdasarkan merek, lokasi, kategori, waktu, dan pengguna. Untuk menggunakannya, customer akan dibuatkan virtual server , sehingga bisa menjamin privacy dan security data pelanggan. Menariknya lagi, tim Amtiss juga memberikan trial bagi pengguna yang ingin mencoba fitur-fitur yang ditawarkannya, sebelum jadi pelanggan tetap. Untuk biaya berlangganan mulai dari Rp 3 juta per bulan, di mana tarif ini cukup meringankan medium size company dengan jumlah aset masih sedikit. Di tahun 2016 ini, tim Amtiss memasang target 200 pelanggan, meski harus bersaing dengan startup lain dengan layanan sejenis.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...

Tak Cukup PS5, Kini Sony Siapkan Controller DualSense

Sony baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan wujud baru Controller Playstation 5 bernama DualSense. DualSense memiliki desain baru dan lebih megah...