K Startup Grand Challenge 2016, Program Pendanaan Startup Hingga Rp 1,3 M

Dunia startup terus berkembang semakin pesat belakangan ini. Buktinya, berbagai jenis startup yang mencoba peruntungan di ranah bisnis digital Indonesia lahir semakin banyak. Sejalan dengan itu, sejumlah program akselerator yang menyediakan dana untuk pengembangan startup-startup itu pun hadir semakin banyak. Tak hanya dari dalam negeri sendiri, beberapa program akselerator dari luar negeri juga turut memberikan kesempatan bagi startup-startup di Indonesia untuk mendapatkan pendanaan yang sangat besar. Salah satunya ‘K Startup Grand Challenge 2016’ dari Korea Selatan.

Program ini diselenggarakan dan didanai oleh Pemerintah Korea Selatan, melalui Ministry of Science, ICT and Future Planning dan National IT Industry Promotion Agency (NIPA). Tujuannya sendiri untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekosistem startup di Korea Selatan, mempromosikan open entrepreneurship ekosistem di Asia, serta membantu evolusi Korea Selatan menjadi startup hub di region. Meski begitu, startup dari seluruh dunia bisa ikut berpartisipasi dalam program akselerator ini, terutama yang berminat untuk menjalankan usaha bisnisnya di Negeri Ginseng tersebut. Program ini memang terbuka untuk semua industri yang berpotensi, namun lebih diutamakan bagi startup yang berbasis gaming, keuangan, bio-teknologi, software, serta informasi dan teknologi komunikasi.

Sebanyak 40 startup akan dipilih untuk bergabung dalam program akselerator ini selama tiga bulan, mulai bulan September 2016 mendatang. Semua startup tersebut akan mengikuti sesi mentoring dari 15 perusahaan teknologi raksasa di Korea Selatan, di antaranya seperti Samsung Electronics, Kakao, LG Electronics, Naver, dan Lotte. Kemudian, panitia akan memilih sebanyak 20 startup yang akan menerima pendanaan awal sebesar 33.000 dolar AS (setara dengan Rp 440 juta), dan melakukan demo pada bulan Desember 2016. Selanjutnya, empat startup terbaik akan mendapatkan dana tambahan mulai 6.000 dolar AS (sekitar Rp 80 juta) hingga 100.000 dolar AS (sekitar Rp 1,3 milyar).

Sejumlah lembaga akselerator, yakni ActnerLab, DEV Korea, Shift, dan SparkLabs ikut dan terlibat langsung untuk membimbing semua startup terpilih dalam program akselerator yang juga disponsori oleh Samsung, Hyundai, LG, Lotte, Kakao, Naver, dan perusahaan terkemuka lainnya ini. Meski pun ini pertama kalinya Pemerintah Korea Selatan memberikan dukungan pendanaan secara langsung kepada startup asing, namun mereka mempunya komitmen yang besar untuk perkembangan dunia startup demi mendukung ekosistem pasar lokal. Sebelumnya, Pemerintah Korea Selatan sendiri telah menganggarkan dana sebanyak 2 milyar dolar AS (sekitar Rp 26,6 trilyun) setiap tahun sejak tahun 2013 lalu untuk mendorong perkembangan entrepreneurship dan venture industry di negara mereka.

Tidak heran, jika beberapa tahun terakhir Korea Selatan pun menjelma menjadi startup powerhouse. Apalagi, saat ini Pemerintah Korea Selatan juga mulai mendorong lebih banyak perusahaan untuk mendirikan usahanya di negara mereka. Sehingga, mereka pun telah bertekad untuk  menjadikan ajang ‘K Startup Grand Challenge’ ini sebagai sebuah program tahunan yang rutin diselenggarakan. “Inovasi lahir dari keberagaman, lihat saja Silicon Valley. Pada tahap ini, ekosistem startup dan bisnis ekosistem di Korea Selatan kurang beragam. ‘K Startup Grand Challenge’ merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang seperti itu di Korea Selatan,” ungkap Direktur sekaligus Juru Bicara MSIP Dr Chang-yong Ahn memberikan keterangan soal program akselerator ini.

Nah, tertarik untuk mencoba kemampuan dan potensi startup kamu dalam program akselerator ini? Pendaftaran aplikasi untuk event ‘K Startup Grand Challenge 2016’ ini sudah dibuka, dan masih ada kesempatan hingga tanggal 14 Juni 2016 mendatang. Kamu bisa mendaftar langsung melalui laman resminya di sini, dan mendapatkan informasi yang lebih lengkap terkait program akselerator ini.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga