HaloDoc, Aplikasi Layanan Konsultasi Dokter Lewat Smartphone

Pelayanan medis sudah menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang yang sedang bermasalah dengan kesehatannya. Namun, tidak semua orang mau datang ke rumah sakit, karena prosesnya yang sangat berbelit. Tak heran jika kebanyakan orang lebih memilih untuk berkonsultasi langsung dengan dokter terkait penyakit yang sedang dideritanya. Perilaku masyarakat inilah yang dilirik sebagai peluang bisnis oleh seorang pengusaha muda bernama Jonathan Sudharta. Bermodal pengalaman sebagai detailer bahan baku obat dengan memasarkannya ke dokter-dokter dan apotek, dia pun mencoba mengembangkan aplikasi mobile yang menyediakan layanan konsultasi dokter lewat smartphone.

Sebagai CEO Mhealt Tech, perusahaan teknologi kesehatan, Jonathan meluncurkan aplikasi dengana nama HaloDoc. Melalui aplikasi yang dikembangkannya itu, dia berharap bisa mempersingkat akses pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan. Melalui aplikasi HaloDoc yang berbasis daring, pasien pun bisa ‘menemui’ dokter pilihan mereka kapan saja secara maya. Melalui aplikasi ini, pasien bebas memilih dokter terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi mereka. Pengguna juga bisa memilih berbagai jenis layanan komunikasi untuk berkonsultasi dengan sang dokter, mulai dari panggilan suara, video, hingga chatting, sehingga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Melalui fitur Directory yang tersedia dalam aplikasi HaloDoc, pengguna bisa menemukan informasi lengkap mengenai dokter, termasuk juga rumah sakit dan klinik terdekat. Setidaknya ada 16 ribu dokter dengan beragam kategori spesialisasi penyakit, dari berbagai kota besar di seluruh Indonesia, yang siap melayani para pengguna aplikasi ini. Semua dokter tersebut tentunya sudah memiliki surat tanda registrasi dan surat izin praktik sebagai dokter. Deretan nama dokter yang sedang online pun juga bisa terlihat langsung di laman utama aplikasi HaloDoc. Selain itu, juga tertera biaya konsultasi yang dipasang oleh setiap dokter, dengan nilai bervariasi mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 125 ribu.

Untuk bisa berkonsultasi dengan dokter, pengguna harus memiliki kredit terlebih dahulu, setelah mendaftar sebagai member. Pengguna bisa melakukan pembayaran dengan beberapa opsi, yakni transfer ATM, kartu kredit, dan DOKU Wallet. Besarnya kredit pun bervariasi, mulai dari nominal Rp 20 ribu hingga Rp 200 ribu. Pengembang aplikasi HaloDoc sendiri akan mendapatkan komisi dari setiap konsultasi yang dilakukan. Tim developer aplikasi ini juga menjamin kerahasiaan data setiap pasien yang berkonsultasi dengan dokter melalui HaloDoc. Soal keamanan konsultasi dokter melalui aplikasi ini juga terjamin, karena sudah mendapatkan dukungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menariknya lagi, aplikasi HaloDoc juga terkoneksi dengan dua aplikasi lainnya milik startup bidang kesehatan ini, yakni aplikasi ApotekAntar dan LabConx. Aplikasi ApotekAntar merupakan platform yang menghubungkan pasien dengan apotek resmi terdekat. Melalui aplikasi ini, pasien bisa langsung memesan obat dengan layanan antar yang cepat di bawah satu jam. Untuk layanan antar ini, mereka bekerja sama dengan Go-Jek. Sedangkan, aplikasi LabConx memberikan kemudahan bagi para pasien untuk memesan jasa tes laboratorium dari sejumlah laboratorium kesehatan resmi. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di mana saja, di mana petugas laboratorium akan datang menemui pasien.

Meski baru saja diluncurkan pada bulan April 2016 lalu, Jonathan yakin aplikasi HaloDoc akan mampu melengkapi ekosistem kesehatan digital yang berorientasi pada konsumen secara lengkap, seperti konsep layanan kesehatan terpadu. Aplikasi ini pun siap untuk bersaing dengan sejumlah startup lainnya di bidang kesehatan dengan layanan konsultasi dokter secara online, seperti KlikDokter, TanyaDok, AloDokter,  dan Dokter.id. Aplikasi HaloDoc sendiri saat ini sudah tersedia di Google Play Store dan App Store. Informasi lengkap tentang aplikasi ini juga bisa dilihat di website HaloDoc.com.

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga

Pendapatan Grab Hampir Kembali Normal seperti Sebelum Masa Pandemi

Hal ini dinyatakan oleh pernyataan dari Presiden Grab, Ming Maa oleh edaran yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober. Dia mengatakan pendapatan Grab...

Oppo Find X2 Lite Belum Rilis, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Setelah merilis ponsel super pada Maret lalu bertajuk Oppo Find X2 dan Find X2 Pro, Oppo kembali berinovasi dengan akan meluncurkan versi...

Galaxy Buds Plus, Earphone TWS Samsung Terbaru

Februari lalu Samsung telah merilis lini ponsel flagship terbarunya seperti Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip. Namun, tak berhenti sampai di sana,...

Bingung Pesan Makanan di mana? Cek Google Maps Aja!

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kebijakan ini tentu...

Y50, Vivo Luncurkan Ponsel Layar Punch Hole

Vivo sebagai salah satu raksasa smartphone dari China kembali meluncurkan ponsel berkelas beratjuk Vivo Y50. Ini adalah ponsel kelas menengah yang dipasarkan...