Snapcart, Aplikasi Cashback Belanjaan Pertama di Indonesia

Perkembangan startup dengan aplikasi berbasis online melalui smartphone terus berkembang pesat di Indonesia dewasa ini. Berbagai layanan umum pun sudah bisa ditemukan dan didapatkan secara online hanya dalam genggaman tangan. Meski begitu, masih tetap saja ada banyak peluang lain yang bisa dicoba di ranah online ini. Nah, dua anak muda asal Indonesia ini, Reynazran Royono dan Laith Abu Rakty, sepertinya berhasil menemukan celah bisnis dalam dunia online, berkat ide dan inovasi yang mereka lakukan. Tepat pada tanggal 2 September 2015 lalu, keduanya resmi meluncurkan startup baru dengan nama Snapcart, yang menjadi aplikasi cashback pertama di Indonesia.

Menariknya, dengan aplikasi tersebut, semua orang yang berbelanja di mana pun di Tanah Air, bisa mendapatkan uang secara cuma-cuma, hanya dengan memfoto struk belanjaannya dan meng-upload-nya ke dalam aplikasi Snapcart. Sudah barang tentu tak ada orang yang tidak mau uang, apalagi didapatkan dengan gratis. Tak pelak, Snapcart pun langsung mendapat perhatian banyak orang. Ini terbukti dengan aplikasinya yang sudah diunduh hingga ratusan ribu pengguna smartphone berbasis Android. Semua orang sepertinya tidak mau ketinggalan memanfaatkan aplikasi mobile yang memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan cashback dari struk belanjanya tersebut.

Snapcart sendiri hadir dengan pendanaan awal dari Ardent Capital, investor yang telah sukses membangun aCommerce, MOXY dan Bizzy. Selain itu, mereka juga mendapat dukungan penuh dari brand barang konsumer ternama di dunia, seperti Nestlé dan L’Oreal. Mereka menjadi partner dan menyediakan cashback dari produk-produk mereka yang masuk dalam promo pada aplikasi Snapcart. Imbal balik bagi perusahaan itu sendiri, mereka mendapatkan data-data pembelian produk sebagai sebuah data perilaku belanja para konsumen secara real time. Snapcart pun menjadi platform yang menjembatani hubungan mendalam antara brand dengan konsumen dari produk-produk mereka.

Cara kerja Snapcart pun sangat simpel. Aplikasi dari startup ini bekerja dalam empat langkah, yakni browse, shop, snap, dan cashback. Setelah mengunduh aplikasi ini, pengguna bisa menemukan banyak produk yang sedang dipromosikan dari berbagai brand yang sudah menjadi partner Snapcart. Kemudian, saat berbelanja user bisa membeli barang-barang kebutuhan mereka seperti biasanya, sambil memperhatikan barang apa saja yang juga sedang dipromosikan pada aplikasi Snapcart. Nah, semua barang belanjaan yang termasuk dalam produk promo, bisa mendapatkan cashback sebesar jumlah nominal yang tercantum pada aplikasi. Jadi, setelah berbelanja, struknya jangan dibuang.

User tinggal memfoto struk belanjaannya tersebut, dan kemudian mengunggahnya di aplikasi Snapcart. Selanjutnya, pihak Snapcart akan melakukan proses verifikasi terhadap struk belanjaan yang telah diunggah tersebut, paling lambat selama tujuh hari kerja. Jika verifikasi berhasil, maka cashback akan langsung masuk ke akun Snapcart milik user. Menariknya, sama sekali tidak ada batasan tempat di mana saja user bisa berbelanja, berbeda dengan sistem kupon atau voucher. Sehingga, semua penggunanya bisa mendapatkan cashback di mana pun mereka berbelanja. Yang penting, user harus memiliki struk belanjaan mereka untuk difoto dan diunggah ke aplikasi Snapcart.

Setelah nilai cashback yang didapatkan mencapai jumlah Rp 52.500, maka pengguna aplikasi Snapcart bisa memanfaatkannya. Jumlah uang tersebut akan ditransfer ke rekening bank yang dicantumkan oleh pengguna pada saat mendaftar aplikasi ini, paling lambat dalam waktu tujuh hari kerja. Tak hanya itu saja, ternyata user juga bisa mendapatkan hadiah tambahan melalui interaksi pada aplikasi Snapcart, seperti mengisi survei produk, atau mengunggah foto selfie dan me-review produk dari partner brand. Nah, tunggu apalagi, segera download aplikasi Snapcart di sini!

Dapatkan berita startup dan gadget terbaru ke inbox kamu!

Baca Juga