Blu-Jek, Ojek Online Baru di Jakarta Penantang Go-Jek dan GrabBike

0
1964
blujek-saingan-gojek-webhouzz

Layanan jasa ojek online kembali mendapat pesaing baru. Setelah beberapa waktu lalu Go-Jek hadir melayani pengguna ojek di Jakarta dan kemudian disusul Grab Bike dengan layanan yang sama, kali ini muncul pula pemain baru yang juga berwujud startup bernama Blu-Jek. Ketiga startup itu pun sepertinya harus bersaing mendapatkan perhatian dari warga Jakarta, demi meraup keuntungan.

Blu-Jek mulai meluncur di jalanan ibukota pada hari Jumat, 18 September 2015, setelah sehari sebelumnya diperkenalkan oleh kedua pendirinya, yakni Michael Manuhutu dan Garret Kartono. Sebenarnya, nama Blu-Jek sudah sempat muncul ke permukaan, ketika muncul pesan berantai via ponsel yang menyebut perusahaan taksi Blue Bird mencari tenaga untuk bisnis barunya, ojek online.

Namun, pada saat itu, pihak Blue Bird langsung membantahnya. Ketika Michael dan Garret akhirnya memperkenalkan Blu-Jek, terungkaplah bahwa layanan ojek online ini ternyata memang bukanlah milik Blue Bird, meski namanya hampir sama dan juga sama-sama identik dengan warna biru. Tapi, Blu-Jek adalah salah satu startup baru di dunia bisnis jasa transportasi berbasis aplikasi smartphone.

Kedua Co-Founder Blu-Jek itu menyebut nama startup mereka berasal dari kata ‘blusukan’, yang terinspirasi dari kebiasaan Presiden Joko Widodo melakukan blusukan ke pelosok-pelosok untuk mengetahui langsung lokasi tersebut. Filosofi itu pula yang dipakai Blu-Jek, yang ingin menjadi alat transportasi bagi warga Jakarta untuk membantu melewati kemacetan dan kepadatan ibukota.

Founder Blu-Jek
Founder Blu-Jek

Meski sempat dinilai banyak pihak bahwa Blu-Jek ingin mengekor kesuksesan Go-Jek dan Grab Bike, namun Michael dan Garret mengatakan mereka tak pernah menganggap kedua senior itu sebagai kompetitor. Menurutnya, Blu-Jek hadir membantu semua orang yang membutuhkan layanan ojek bisa mendapatkannya dengan mudah. Makanya, 1.000 armada langsung diturunkan saat launching.

Blu-Jek menargetkan akan memiliki kekuatan 4.000 armada hingga akhir tahun, dan ke depannya akan punya 10.000 pengendara, yang disebut Blu Rider. Bahkan, mereka juga berencana ekspansi ke pasar internasional, setidaknya wilayah ASEAN. Oleh karena itu, meski kini masih dijalankan dengan self funding, namun mereka membuka pintu bagi setiap investor yang tertarik untuk berinvestasi.

Secara umum, layanan dari Blu-Jek sama dengan layanan Go-Jek dan Grab Bike. Melalui aplikasi yang sudah dirancang sejak 4 bulan sebelumnya, termasuk dengan mempelajari aplikasi Go-Jek dan Grab Bike, Blu-Jek menyediakan 4 fitur. Yakni, fitur Blu Rider untuk jasa antar orang, Blu Pick untuk jasa pengiriman dokumen, Blu Shop untuk jasa belanja, dan Blu Menu untuk jasa beli dan antar makanan.

Untuk ongkos, Blu-Jek menggunakan tarif flat sebesar Rp 4.000 per km. Namun, selama sebulan ini mereka memberikan promo Free Ride berupa voucher Rp 25.000, yang bisa digunakan untuk jarak hingga 6 km. Setelah masa promo, Blu-Jek akan menentukan tarif untuk 25 km pertama. Perbedaan dengan jasa ojek online lain, Blu-Jek juga melayani belanja dengan nilai maksimal Rp 1 juta, serta jasa pengiriman dokumen dengan jaminan sampai dalam waktu 60 menit dan dilindungi asuransi.

Kelebihan Blu-Jek dibanding pesaingnya, mereka menerima pembayaran cashless atau non tunai, selain juga menerima pembayaran uang tunai. Cara pembayaran itu bisa dipilih saat pemesanan melalui aplikasinya. Untuk pembayaran non tunai ini, Blu-Jek bekerja sama dengan Bank Mandiri menggunakan akun virtual e-cash. Sementara, para rider-nya menggunakan nomor Telkomsel. Tertarik untuk mencobanya? Aplikasi Blu-Jek sudah tersedia di Google Play Store dan App Store.

(Ditulis oleh Ade Marza)

Beri Komentar